Kamis, 10 Jan 2019 14:45 WIB

Tarif Bus Rapid Transit Semarang Berbekal Gas Tetap Mulai Rp 1.000

Angling Adhitya Purbaya - detikOto
Bus Transit Semarang Foto: Angling Adhitya Purbaya Bus Transit Semarang Foto: Angling Adhitya Purbaya
Semarang - Transportasi massa Bus Rapid Transit (BRT) Semarang dipastikan sudah tidak lagi pure berbekal bahan bakar solar. Karena pemerintah kota Semarang, sudah menjadikan transportasi umum ini berbekal solar yang dikawinkan dengan bahan bakar gas.

Meski demikian, pemerintah kota Semarang pastikan tidak akan menaikan tarif Bus Rapid Transit. Seperti yang disampaikan Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, Rabu (9/1/2019) kemarin.



"Merubah tarif BRT sepertinya enggak, tapi ini bisa mengurangi biaya operasional bahan bakar," ujar Hendrar.

"Peningkatan pemakaian BRT dan penggunaan BBG bukan dari penurunan tarif, tapi prinsipnya pemakaian BBG mengurangi biaya operasional. Sehingga uang bisa untuk meningkatkan jangkauan dan kualitas pelayanan (penambahan koridor)," tambahnya.

Hendrar juga mengatakan saat ini ada 144 bus Trans Semarang dengan 7 koridor plus koridor ke bandara.



Dikesempatan yang sama, Kepala Badan Layanan Umum (BLU) UPTD Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan mengatakan dengan teknologi terbaru bisa lebih merangsang masyarakat untuk menggunakan transportasi massa.

"Kita ingin bisa menjangkau lebih jauh masyarakat, agar mau menggunakan transportasi umum. Rencananya Oktober akan ada jenis feeder yang bisa ke pelosok. Diawali dengan 2 koridor masing-masing 22 armada dan 1 koridor sebanyak 18 armada mulai Oktober tahun ini," katanya. (alg/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed