Sering Dipantau, Driver Grab Jadi Tertib Berkendara

Sering Dipantau, Driver Grab Jadi Tertib Berkendara

M Luthfi Andika - detikOto
Kamis, 27 Des 2018 15:22 WIB
Grab Foto: Reuters
Jakarta - Skill berkendara memang jadi hal utama bagi setiap pengendara ojol atau taksi online. Karena selain untuk keselamatan diri sendiri, keselamatan penumpang secara tidak langsung berada dikemudi pengemudi.

Dan kini, Grab sebagai perusahaan Ride Sharing atau teknologi selalu memberikan masukan kepada setiap partner mereka untuk berkendara dengan aman yang dikirimkan melalui ponsel atau smart phone milik pengendara.

Dalam rilis yang diterime detikOto, kini Grab bisa mengukur seberapa baik seseorang mengemudi lewat ponsel pintar. Seperti yang disampaikan Nicholas Chng, Head of Safety and Security Grab.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



"Penggunaan data telematika dari ponsel pintar masih merupakan hal yang baru sehingga kami harus menciptakan algoritma untuk mengukur indikator perilaku mengemudi yang tidak aman dari nol," kata Nicholas.

Nicholas mengatakan pertama, Grab membuat sebuah daftar statistik deskriptif atau 'fitur' yang dianggap mengindikasikan perilaku mengemudi yang berbahaya. Sebagai contoh, mengemudi dengan kecepatan tertentu di atas batas yang berlaku secara nasional dapat dianggap sebagai perilaku mengebut sehingga bisa dikategorikan tidak aman.



Memakai model 'machine learning', fitur-fitur hipotesis ini lalu dapat divalidasi menggunakan data dari serangkaian perjalanan yang dilaporkan penumpang sebagai perilaku mengemudi berbahaya (yang juga telah dikonfirmasi berbahaya setelah investigasi oleh Grab).

Tahap ini dilakukan untuk memastikan semua fitur dapat secara jelas mengindikasikan perilaku mengemudi tidak aman. Dengan hadirnya algoritma ini, Grab saat ini dapat secara efisien memproses data GPS dalam jumlah sangat besar dari mitra pengemudi kami.

"Hal ini terdengar seperti sesuatu yang umum, namun hasil investigasi kami menunjukkan bahwa para penumpang menginginkan dan mengapresiasi usaha kami untuk menghadirkan perjalanan dengan perilaku mengemudi yang aman," kata Nicholas

"Perjalanan yang termonitor oleh model keamanan telematika kami sebagai perjalanan aman, secara signifikan mendapatkan penilaian (rating) lebih tinggi dibandingkan perjalanan yang termonitor sebagai kurang aman. Perjalanan yang aman memiliki kejadian pengereman dan akselerasi mendadak serta perilaku mengebut yang lebih sedikit," ujar Nicholas.



Dalam rilis itu juga Nicholas ingin mewujudkan keselamatan bagi pengendara Grab dan penumpang yang berada dibelakangnya.

"Keselamatan di jalan terus menjadi sebuah hal yang sangat penting bagi kami dan kami menggunakan telematika untuk meningkatkan keselamatan secara proaktif, sehingga para penumpang dapat mencapai destinasi mereka dengan nyaman dan aman," tambah Nicholas. (lth/dry)

Hide Ads