Sabtu, 22 Des 2018 07:21 WIB

Begini Rasanya Duduk di Truk Penyapu Jalan

Ridwan Arifin - detikOto
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Jakarta tidak pernah tidur, hiruk pikuknya selalu terjaga di malam hari. Seperti para petugas dari Dinas Lingkungan Hidup yang menyisir jalan bersama alat tempurnya yang bernama Road Sweeper atau kendaraan penyapu jalan.

Road Sweeper bertugas untuk menyedot debu jalanan, kerikil, paku, hingga genangan air yang berpotensi menyebabkan slip pada pengendara. Masalah kecil tersebut dilibas tanpa ampun menggunakan vacuum (penyedot udara) dan brush (sikat) yang dipasang pada kendaraan.



Intinya, mereka bekerja di saat yang lain terlelap, memberi kenyamanan berkendara warga ketika rutinitas pagi dimulai. "Waktu operasionalnya dimulai dari pukul 00.00 - 05.00 WIB," ujar Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Lingkungan Hidup Hari Nugroho kepada detikOto.

Sekitar pukul 10.30 WIB, Fajar Nurrochmat selaku operator dari suku dinas lingkungan hidup menyalakan mesin Dulevo 6000. 'Brumm', suara kasar khas mesin diesel terdengar nyaring. Dengan seragam berwarna oranye, Fajar duduk dibalik kemudi.

Pada malam itu ia bertugas membersihkan jalan Pengadegan, Cawang, Fly Over Komdak di sisi kiri. Sementara rekannya Aan Mukhti bertugas menyisir di sebelah kanan.

detikOto berkesempatan menemani Fajar yang sudah 4 tahun berkeliling bersama Road Sweeper membersihkan jalan Jakarta, mulai dari Dulevo 200, 5000, 6000 dan Hino-Ceksan.


Namun kali ini detikOto hanya menjadi penumpang, bukan sebagai sopir, bukan test drive. Sebab peraturannya yang boleh langsung mengendarai kendaraan hanya yang punya SIM B1 dan bersertifikat.

Masuk ke dalam kokpit pengemudi asal Italia tersebut, sudah terpasang perangkat multimedia radio tape dan sudah menggunakan Air Conditioner (AC). Sehingga dirasa akan membuat betah para operatornya. Ada dua bangku yang tersedia, satu untuk kru atau asisten, dan satu lagi merupakan tempat duduk sopir.

"AC setiap giat dinyalakan, karena biar kan berhadapan debu buat jaga-jaga, meski kaca sudah rapat ditutup," ungkap Fajar kepada detikOto.

Lebih lanjut, pada bagian tengah kabin ada beberapa tombol panel berjumlah 21 yang masing-masing memiliki fungsi tersendiri, mulai dari menurunkan bak, pengaturan conveyor, penyemprotan air, hingga pengoperasian sikat.



Namun Fajar mengungkapkan ketika pembersihan dimulai, hanya tombol sebelah kanan yang digunakan, namun untuk tombol pengoperasian sikat (brush) depan menempel di pintu pengemudi.

Sebelum bertugas para Road Sweeper mengisi bensin dulu ke SPBU dengan jatah 35 liter Pertamina Dex. Sembari menanti tim pengawas memantau jalan mengkonfirmasi jalan yang bisa dilalui.

detikOto mengikuti perjalanannya, ketika melintas di jalan raya Lenteng Agung yang agak bergelombang, sangat terasa goyangan. Namun visibilitas terlihat sangat luas dengan kaca yang lebar sehingga membantu operator melihat kondisi jalan.
Kendaraan penyapu jalanKendaraan penyapu jalan Foto: Ridwan Arifin

"Memang Dulevo terasa seperti ini, karena suspensinya berada di bawah jok kan, beda sama Hino-Ceksan dia kan truk biasa yang dimodifikasi," ungkap Fajar.

Ketika ditanya berapa kecepatan saat membawa road Sweeper di kondisi jalan, Fajar tidak cukup yakin menjawabnya. Tapi ia menunjuk speedometer, saat bekerja kecepatan ada di sekitar 10 hingga 15 km/jam, meski sebenarnya bisa digeber hingga 40 km/jam. Tergantung kondisi jalan.
Kendaraan penyapu jalanKendaraan penyapu jalan Foto: Ridwan Arifin

Sebagai informasi Dulevo 6000 merupakan mobil penyapu jalan buatan Italia dibekali mesin diesel bertransmisi matic dengan ukuran cleaning track central brush 1300 mm, track side brushes 2600 mm, membersihkan track dengan sikat samping dan sikat ketiga 3500 mm. Sedangkan kapasitas daya angkut sampah hingga 6,2 meter kubik.

[Gambas:Video 20detik]

(riar/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com