Jumat, 14 Des 2018 15:29 WIB

Negara yang Paling Aman untuk Berkendara

Rangga Rahadiansyah - detikOto
ilustrasi kecelakaan mobil . Foto: Ilustrasi: Andhika Akbaryansyah ilustrasi kecelakaan mobil . Foto: Ilustrasi: Andhika Akbaryansyah
Jakarta - Kecelakaan lalu lintas menjadi salah satu penyumbang angka kematian tertinggi di dunia. Data terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mengunpulkan data kematian lalu lintas 2016 mencatat, 1,35 juta jiwa tewas akibat kecelakaan lalu lintas.

Sebelumnya detikOto sudah memberitakan negara-negara yang rasio kematian lalu lintas per 100.000 penduduk terbilang tinggi. Indonesia bisa dibilang tidak terlalu tinggi rasio kematian lalu lintas per 100.000 penduduk dibanding beberapa negara Afrika.



Selain negara dengan rasio angka kematian tertinggi, ada pula beberapa negara yang bahkan tak ada korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas. Berikut beberapa negara yang rasio kematian lalu lintasnya sangat rendah.

1. San Marino

San Marino menjadi negara yang paling aman untuk berkendara. Bagaimana tidak, di sana tidak ada kematian akibat kecelakaan lalu lintas. Data itu dikutip dari laporan WHO.

San Marino merupakan negara terkecil kelima di dunia dan dikelilingi oleh Italia tepatnya di sebelah utara berbatasan dengan provinsi Rimini. Negara dengan penduduk 33.203 jiwa itu pada 2016 tidak ada korban jiwa yang melayang akibat kecelakaan lalu lintas. Rasio kematian lalu lintasnya tercatat 0 per 100.000 penduduk.

2. Maladewa

Negara kepulauan di Asia Selatan, Maladewa, menjadi negara kedua yang aman untuk berkendara. WHO mencatat, hanya ada 4 korban jiwa melayang akibat kecelakaan lalu lintas pada 2016. WHO memperkirakan rasio kematian lalu lintas di sana cuma 0,9 jiwa per 100.000 penduduk.

3. Mikronesia 1,9

Negara di Oseania, Mikronesia turut menjadi negara yang aman untuk pengendara. Kematian akibat kecelakaan lalu lintas di sana cukup rendah. Tahun 2016 saja hanya ada 2 korban jiwa di negara tersebut. WHO mengestimasikan rasio kematian lalu lintas di Mikronesia sebesar 1,9 jiwa per 100.000 penduduk.

4. Swis dan Norwegia

Swiss dan Norwegia juga terbilang aman untuk pengendara. Data tahun 2016, fatalitas lalu lintas di negara itu masih terbilang rendah. WHO memperkirakan kedua negara itu memiliki rasio kematian lalu lintas 2,7 jiwa per 100.000 penduduk. Cukup rendah.

Di Swedia dengan penduduk 8.401.739 jiwa angka kematian lalu lintasnya hanya 223 jiwa pada 2016. Sementara Norwegia dengan 5.254.694 penduduk, angka kematiannya cuma 135 orang pada 2016.

5. Singapura dan Swedia 2,8

Negara tetangga, Singapura, dan Swedia aman untuk pengendara. WHO memperkirakan kedua negara itu memiliki rasio kematian lalu lintas 2,8 jiwa per 100.000 penduduk. Cukup rendah.

Singapura dengan 5.622.455 penduduk hanya mencatatkan angka kematian lalu lintas sebanyak 141 korban pada 2016. Sedangkan Swedia yang punya 9.837.533 penduduk memiliki angka kematian lalu lintas 270 jiwa pada 2016.



6. Inggris

Inggris masih menjadi negara yang aman untuk berkendara. Rasio kematian lalu lintas di negara dengan penduduk 65.788.572 penduduk itu hanya 3,1 jiwa per 100.000 penduduk. Data yang dirilis WHO, kematian akibat kecelakaan lalu lintas di Inggris pada 2015 tercatat 1.804 jiwa.

7. Belanda

Ketujuh adalah Belanda. Negara dengan populasi 16.987.330 jiwa itu pada 2015 hanya mencatat kematian lalu lintas sebanyak 621 jiwa. WHO memperkirakan rasio kematian lalu lintas di negara itu hanya 3,8 jiwa per 100.000 penduduk.

8. Denmark

Denmark menjadi negara yang aman untuk berkendara. Negara berpenduduk 5.711.870 jiwa itu rasio kematian lalu lintasnya hanya 4 jiwa per 100.000 penduduk. Pada 2016, angka kematian lalu lintas hanya 211 jiwa.

9. Jepang, Irlandia, Jerman, dan Spanyol

Jepang, Irlandia, Jerman, dan Spanyol mendapatkan estimasi rasio kematian lalu lintas yang sama dari WHO. Keempat negara itu memiliki estimasi rasio kematian lalu lintas 4,1 jiwa per 100.000 penduduk.

Jepang dengan 127.748.512 penduduk mencatat angka kematian 4.682 jiwa akibat kecelakaan lalu lintas pada 2016, Irlandia dengan 4.726.078 penduduk hanya 188 korban, Jerman dengan 81.914.672 penduduk hanya 3.206 jiwa, dan Spanyol dengan 46.347.576 penduduk hanya 1.810 korban.

10. Kiribati 4,4

Negara di Oseania ini turut menjadi negara dengan rasio kematian lalu lintas yang rendah. WHO memperkirakan, rasio rasio kematian lalu lintas hanya 4,4 jiwa per 100.000 penduduk.

Di tahun 2016 saja catatan kematian lalu lintas di negara itu hanya 5 korban. Negara ini hanya memiliki 114.395 penduduk.

Bagaimana dengan Indonesia? Angka kematian lalu lintas Indonesia memang terbilang tinggi jika dibandingkan dengan beberapa negara di atas. Negara berpenduduk 261.115.456 jiwa ini mencatat angka kematian lalu lintas sebanyak 31.282 jiwa pada 2016. WHO mengestimasi angka kematian lalu lintas 2016 di Indonesia sebesar 12,2 jiwa per 100.000 penduduk, masih jauh di bawah negara yang aman untuk berkendara di atas. (rgr/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com