Jumat, 14 Des 2018 12:08 WIB

Jerit Pengusaha Bus Saat Beli BBM di Bengkulu Dibatasi

Ridwan Arifin - detikOto
Foto: Istimewa
Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu memberlakukan sistem zonasi dan pembatasan jumlah untuk pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM), seperti solar dan premium untuk mengurai antrean panjang yang menyebabkan kemacetan jalan.

Meski demikian, hal ini sempat menuai pro dan kontra. Salah satunya para penguasa bus yang berada di Bengkulu atau para pengendara bus yang ingin ke Bengkulu atau melintas ke Bengkulu.



Seperti yang disampaikan, Salah satu pengusaha bus memang merasakan keterbatasan BBM sejak 3 bulan yang lalu, bahkan saat dalam antrian pun belum tentu mendapatkan BBM.

"Jadi kita sudah antri (isi BBM) sudah mau jalan 3 bulan sampai sekarang tapi tidak dibatasi pengisian, cuma kadang sudah sampai antri terkadang solarnya sudah habis," ungkap Pemilik PO PT San di Bengkulu, Hasanudin Adnan saat dihubungi detikOto.



Hasanudin juga menyampaikan, meski saat ini kemacetan sudah agak mulai terurai, namun tetap saja ini menyulitkan para penguasa untuk menjalankan usaha mereka.

Pengumuman pembatasan BBM di BengkuluPengumuman pembatasan BBM di Bengkulu Foto: Istimewa


"Sekarang sudah antri panjang-panjang macet-macet, gubernur sama Pertamina membuat zonasi, truk-truk dilempar ke pom bensin agak ke pinggir-pinggir kota, tapi cilakanya bus kami dibatasi pembelian BBM nya seperti yang sudah tertera dalam surat gubernur," ungkap Hasanudin Adnan.

Hingga berita ini diturunkan Plt Gubernur Bengkulu belum memberikan konfirmasi saat coba dihubungi detikOto. (riar/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com