Sabtu, 08 Des 2018 07:00 WIB

Siasat Mercy Agar Biaya Perawatan Bus Premium Lebih Murah

Rizki Pratama - detikOto
Mesin bus Mercedes-Benz (Foto: Rizki Pratama) Mesin bus Mercedes-Benz (Foto: Rizki Pratama)
Tangerang - Biaya perawatan angkutan komersial seringkali dikeluhkan oleh para Perusahaan Otobus (PO). Mercedes-Benz selaku salah satu penyedia mobil komersial melalui Daimler Commercial Vehicle Indonesia (DCVI) mencoba menjawab tantangan tersebut dengan melakukan sejumlah inovasi pada bus terbaru mereka Mercedes-Benz OF 1623 RF dan Mercedes-Benz O500RS 1836.

Salah komponen yang mengeluarkan biaya cukup besar dalam perawatan bus adalah pada bagian cooling System. Melalui produk baru tersebut, DCVI melakukan perubahan pada penempatan dan penggunaan V-belt pada bus baru Mercedes-Benz.



"Dulu kita menggunakan cooling system kipas samping pakai propeller sehingga jika terjadi kerusakan itu harga propeler tidak ekonomis. Kita lihat juga secara kebutuhan konsumen, makanya cooling system kita pindahkan ke belakang dan menggunakan V-belt yang lebih ekonomis jika memerlukan penggantian," papar Head of Bus Daimler Commercial Vehicle Indonesia Adri Budiman.

Selain itu, bus Mercedes-Benz ini juga menggunakan suspensi beam axle yang mana diklaim lebih cocok digunakan di jalan Indonesia. Adri mengungkapkan Bus di Indonesia belum cocok menggunakan independen axle seperti kebanyakan digunakan bus Eropa karena akan mempercepat keausan.



"Kalau gunakan axle independen secara teknis jika diaplikasikan ke jalan yang tidak cocok itu akan mengakibatkan keausan yang lebih cepat. Kalau menggunakan beam axle memang secara kenyamanan itu tidak senyaman independen axle, tapi bisa adaptasi terhadap jalan yang saat ini ada di Indonesia," ujar Adri.

Untuk produksi sendiri, bus ini dirakit di dalam negeri di pabrik DCVI di Wanaherang, Bogor. Sedangkan suplai komponen mobil menggunakan hasil produksi di pabrik Daimler di Brasil yang sesuai dengan kebutuhan di Indonesia.

Alasan DCVI menggunakan hasil produksi Brasil adalah adanya kesamaan iklim dan kondisi alam antara Brasil dan Indonesia sehingga sangat cocok untuk konsumen di tanah air. "Negara tersebut secara alam mirip sekali dengan indonesia makanya kami datangkan buatan dari sana," ujarnya. (rip/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed