Jumat, 30 Nov 2018 10:59 WIB

Pakai Baterai Buatan Lokal, Harga Kendaraan Listrik Bisa Murah

Ridwan Arifin - detikOto
Jokowi saat menjajal motor listrik Gesits. Foto: Andhika Prasetia Jokowi saat menjajal motor listrik Gesits. Foto: Andhika Prasetia
Jakarta - Salah satu komponen kendaraan listrik yang masih diimpor dari luar adalah baterai. Berkaitan dengan hal itu Kementerian Kordinasi dan Maritim Luhut Binsar Panjaitan mengatakan 2 tahun lagi Indonesia memiliki pabrik baterai di Morowali.

Rencananya peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan pabrik baterai akan dimulai pada tanggal 11 Januari 2019.


"Baterai buatan Morowali dua tahun lagi sudah selesai," kata Luhut di Gedung MPR/DPR RI, Nusantara III, Jakarta.

Lebih lanjut, dengan adanya produksi baterai dalam negeri dipercaya mampu menekan harga jual kendaraan listrik buatan anak bangsa.

"Ya motor itu (Gesits), sekarang kan masih pakai baterai teknologi yang lama, kayaknya nanti kita lihat, kalau pakai Teknologi ini pasti costnya lebih murah, kuat, dan ringan, harga pasti lebih murah," ungkap Luhut.

Di dalam rapat pemanfaatan sumber energi alternatif dalam negeri di Gedung Nusantara III, Luhut mengatakan bahwa Indonesia bisa menjadi pemain besar dalam produksi baterai.


"Jadi kita ini menjadi pemain utama lithium baterai karena punya cadangan nikel terbesar di sektor ini kita pemain besar, Jadi kadang-kadang kita gak tau kita pemain besar, kita asik berkelahi sendiri aja," ungkap Luhut.

Kendaraan yang sepenuhnya listrik di Indonesia sudah ada Viar Q1. Soal harga jual, Viar Q1 bisa dibilang bersaing dengan skuter matik (skutik) berbahan bakar konvensional. Terakhir diberitakan pada Mei 2018, harga Viar mengalami kenaikan menjadi Rp 17,15 juta karena pengaruh nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar AS. (riar/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed