Rabu, 21 Nov 2018 18:06 WIB

Isuzu Giga Terdongkrak Aturan ODOL

Luthfi Anshori - detikOto
Perakitan truk Isuzu Foto: Agung Pambudhy Perakitan truk Isuzu Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Peraturan tilang bagi kendaraan komersial over dimension dan over load yang diterapkan pemerintah sejak 1 Agustus 2018 lalu, rupanya
memberi cukup dampak pada penjualan Isuzu Giga. Kendaraan yang bermain di segmen medium truck ini mencatat peningkatan penjualan hingga 31,8 persen.

"Yang kelihatan duluan memang market di medium truck. Pertama yang sedang hot-hotnya soal peraturan pemerintah terkait ODOL (Over Dimension dan Over Load). Kalau kita lihat sejak 1 Agustus itu pemerintah sudah mulai menjalankan ODOL, yang efeknya ramai sekali karena bisa menaikkan logistic cost di Indonesia," kata General Manager Sales Divison PT Isuzu Astra Motor Indonesia Yohanes Pratama, pada Workshop Wartawan Industri 2018 bersama Astra Internasional di FX Sudirman, Jakarta, Rabu (21/11/2018).



Kebijakan tersebut diakui Isuzu mendukung penjualan medium truck-nya, Giga. "Kebijakan pemerintah terkait ODOL (over dimension dan over load) mendukung penjualan Isuzu di segmen medium truck. Pasar ini tumbuh besar, karena para konsumen harus membeli kendaraan (komersil) baru yang sesuai regulasi tersebut," lanjut Yohanes.

Berdasarkan data retail sales Isuzu Astra Motor Indonesia, Isuzu Giga mampu terjual hingga 3.450 unit sepanjang Januari-Oktober 2018, meningkat dari periode penjualan tahun 2017 lalu pada periode yang sama, dengan angka sekitar 2.618 unit.



Sebagai informasi, Isuzu Giga dibekali spek mesin 7.790 cc 6 silinder segaris dengan output power 285 ps pada 2.400 rpm dan torsi 90 kgm pada 1.450-2.400 rpm. "Sejak 2011 Giga sudah pakai mesin common rail, di mana engine ini sangat sesuai untuk menghasilkan emisi gas buang Euro 4," pungkas Yohanes. (lua/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com