Senin, 19 Nov 2018 12:42 WIB

Apa Kata Kemenperin Soal Mobil Nasional?

Luthfi Anshori - detikOto
Mobil nasional Foto: Luthfi Anshori/detikOto Mobil nasional Foto: Luthfi Anshori/detikOto
Jakarta - Bicara soal mobil nasional memang menarik, karena selain memiliki brand sendiri rasa bangga memiliki mobil nasional bisa saja dirasakan setiap rakyat Indonesia.



"Soal Mobnas, jadi gini kalau konsep pengembangan ya diskriminatif. Pola pengembangan harus most favorite nation. Kan kita sudah menjadi member perdagangan dunia. Artinya kita mengembang sektor manapun nggak cuma otomotif," kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin, Harjanto.

"Pengembangan (mobnas) ke depan pemerintah akan secepatnya mendorong beberapa brand. Intinya komponen lokal ini bisa dibangun," tambahnya.


Harjanto mencontohkan, seperti mobil pedesaan atau AMMDes yang dibangun dengan sangat cepat menggunakan komponen lokal.

"Kayak misalnya kita buat AMMDes itu kan prosesnya cepat sekali, hanya 8 bulan. Kenapa kita bisa lakukan itu? Karena industri otomotif dari tier satu sampai tiga itu sudah ada di dalam negeri. Nah sekarang kita tinggal manfaatkan komponen dan parts yang tersedia dalam negeri, untuk mengembangkan brand-brand baru. Diantaranya kita bisa buktikan bahwa AMMDes itu bisa," ujarnya.

Hingga saat ini satu-satunya mobil yang diakui dibangun 100 persen adalah mobil desa alias AMMDes. Mobil tersebut hadir berkat kerja sama dua anak perusahaan PT Astra Otoparts, PT Velasto Indonesia dan PT Ardendi Jaya Sentosa dengan PT Kiat Inovasi Indonesia. (lth/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed