Jumat, 26 Okt 2018 16:10 WIB

Sampai Kapan Idealnya Ganjil-Genap Bertahan?

Ridwan Arifin - detikOto
Ganjil genap. Foto: Nadia Permatasari W Ganjil genap. Foto: Nadia Permatasari W
Jakarta - Aturan ganjil genap (gage) dinilai sudah efektif berlaku untuk lalu lintas di wilayah Jakarta. Namun ternyata hasil survei mengatakan bahwa aturan gage tidak layak untuk dipermanenkan.

"Jadi memang dari awal juga kita sudah sampaikan bahwa kebijakan ini sifatnya temporary, dan terbukti dengan hasil survei Litbang," ungkap Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Bambang Prihartono.



"Karena sifatnya temporary dia tidak bisa bertahan lama, kebijakannya harus dirawat," tambah Bambang.

Ia juga mengatakan, aturan gage berdampak pada keberlangsungan ekonomi masyarakat maka dari itu dinilai tidak efektif. Namun pihaknya tetap berusaha untuk mengatasi masalah tersebut.



"Bagaimana merawatnya? Kita selalu melakukan evaluasi-evaluasi per minggu, apa dampak yang dirasakan masyarakat, kita minimalisir dampak itu, misalnya retail turun walaupun retail turun tidak semata karena ganjil genap, karena orang kan sekarang belanja secara online, tapi kita atasi adanya shuttle bus mall to mall," ungkap Bambang.

Menurutnya aturan ganjil genap memang tidak dibuat untuk secara permanen, namun sebagai aturan sementara. Sembari menanti aturan yang sifatnya Push Pull Policy seperti ERP.

"Prediksi kami meski intens dirawat paling bertahan lama 2 tahun,oleh karena itu BPTJ sudah menyiapkan ERP (electronic road pricing)," kata Bambang.




Tonton juga 'Ganjil Genap Diperpanjang Sampai Akhir Tahun, Setuju?':

[Gambas:Video 20detik]

(riar/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed