Kamis, 25 Okt 2018 18:41 WIB

Ganjil Genap Diklaim Berhasil Alihkan Warga ke Angkutan Umum

Ridwan Arifin - detikOto
Ganjil genap. Foto: Lamhot Aritonang Ganjil genap. Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Ganjil genap yang diperpanjang hingga akhir tahun di wilayah Jakarta diharapkan agar pengendara beralih ke penggunaan transportasi publik. Seperti yang diuraikan hasil studi Badan Litbang Perhubungan bahwa peningkatan laju pertumbuhan jalan (termasuk jalan tol) tidak sebanding dengan laju pertambahan kendaraan yang mencapai 11 persen per tahun.

Mengingat kondisi tersebut beberapa instansi seperti Badan Pengelola Transportasi Jakarta Kemenhub, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, berupaya memecah kepadatan arus lalu lintas salah satunya dengan menerapkan sistem ganjil genap.



Setelah diperpanjang hingga akhir tahun, hasil temuan Litbang mengatakan bahwa persentase pengendara yang beralih ke angkutan umum meningkat.

"Hasil temuan litbang itu terdapat 24 persen penggunaan kendaraan pribadi yang beralih ke angkutan umum, sudah cukup berhasil berarti," ungkap Kepala Badan Litbang Perhubungan Sugihardjo.

"Tapi dari 24 persen itu yang ke angkutan umum massal hanya 38 persen, yaitu 20 persen menggunakan TransJakarta atau bus umum, dan 18 persen menggunakan KRL," papar Sugihardjo.



Ia kemudian menjelaskan bahwa transportasi daring (taksi/ojek online) masih menjadi pilihan masyarakat. "Sementara angkutan yang bukan massal, apakah itu taksi online dan ojek online itu ada 20 dan 19 persen," ujarnya.

"Ada juga yang naik taksi regular kalau menurut orang transport itu nggak ada bedanya dengan taksi online karena sama-sama penggunaan sarana angkutan umum yang kapasitas kecil itu ada 7,5 persen, yang naik motor 9 persen," ungkap Sugihardjo.

Hasil survei litbang juga tidak menampik bahwa penggunaan mobil pribadi masih mendominasi saat pemberlakuan sistem ganjil-genap.

"Sementara 53 persen itu tetap menggunakan kendaraan pribadi, alasannya dari 53 persen itu 37 persen menggunakan jalur alternatif itu sebabnya jalur alternatifnya macet," urainya. (riar/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed