Selasa, 23 Okt 2018 18:02 WIB

Jangan Pakai Alasan Buru-buru buat Terobos Perlintasan KA

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Foto: Herianto Batubara/detikcom Foto: Herianto Batubara/detikcom
Jakarta - Masih banyak pengendara yang menerobos palang pintu perlintasan kereta. Tak jarang kecelakaan terjadi akibat pengendara menerobos palang pintu perlintasan kereta yang sudah ditutup. Bahkan, nyawa melayang menjadi akibatnya.

Otolovers sebaiknya tidak menerobos perlintasan kereta. Tak ada alasan apa pun yang membenarkan tindakan menerobos palang pintu kereta. Sebab, banyak pengendara yang menerobos perlintasan dengan alasan terburu-buru.



Andry Berlianto, instruktur Rifat Drive Labs, menegaskan hal itu bukanlah alasan yang dapat dibenarkan. Kalau tidak ingin terburu-buru, sebaiknya berangkat lebih awal.

"Maksimalkan manajemen perjalanan dengan memperhitungkan jarak tempuh dan waktu berikut rute sibuk (misal terhalang sekolah, pasar, pintu kereta api, terminal dll). Berangkat lebih cepat, 30 menit lebih cepat dari jadwal yang sudah biasa dilakukan," kata Andry kepada detikOto, Selasa (23/10/2018).



Menurutnya, menerobos palang pintu perlintasan kereta api yang sudah ditutup adalah perilaku yang sangat ceroboh dan berbahaya karena nyawa taruhannya. Apalagi saat kita berasumsi bahwa perlintasan tersebut aman.

"Itu merupakan bukti rendahnya ketaatan pengendara kepada peraturan, lemahnya kedisiplinan dalam menghargai waktu dan nyawa. Bayangkan kereta baru bisa berhenti setelah (+/-) 800 meter setelah rem darurat kereta ditekan, jadi tertabrak dalam jarak dekat adalah jaminan yang tidak dapat dihindari," ujar Andry. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed