Seperti diketahui, hal berbahaya dari kendaraan listrik adalah limbahnya baterainya. Baterai sewaktu-waktu bisa turun performanya sehingga tak bisa digunakan lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Putu, limbah-limbah baterai kendaraan listrik akan dijadikan sebagai electric storage atau media penyimpanan tenaga listrik.
"Dari teknisnya itu kalau baterai sudah drop 80 persen, nggak bisa dipakai di kendaraan listrik. Nah, baterai drop ini nantinya bisa digunakan sebagai tempat penyimpanan listrik," terang Putu.
Baterai drop ini menurut Putu bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. "Jadi bisa untuk menyimpan listrik yang dihasilkan panel surya misalnya. Jadi arah pengolahan limbah baterai nantinya akan ke sana," tambah Putu.
Setelah itu, limbah baterai nantinya akan tetap di-recycle. "Ada beberapa perusahaan sudah berminat melakukan (recycle baterai) ini, tapi saat ini belum bisa dilihat karena memang industri kendaraan listriknya belum jalan. Kami juga usahakan agar pengolahan limbah baterai ini mendapatkan insentif," pungkas Putu.
Tonton juga 'Kata Mereka Soal Kendaraan Bertenaga Listrik':
(rgr/ddn)
Komentar Terbanyak
Pajak Mobil Indonesia Dicap Paling Tinggi Sedunia
Bayangin Aja! Pajak Toyota Avanza Rp 150 Ribu, Nggak Ada Gesek 5 Tahun Sekali
RI Digusur Malaysia, Ini Sederet Dampak Buruk Penjualan Mobil Turun Terus