Untuk sementara Pertamina baru memproduksi Pertamax Turbo di kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat. PT Pertamina (Persero) RU VI Balongan merupakan salah satu dari enam kilang yang dioperasikan PT Pertamina (Persero). Pertamax Turbo diklaim Pertamina sebagai bahan bakar yang memiliki performa tinggi.
RU VI Balongan sudah mulai beroperasi sejak tahun 1994 (24 tahun beroperasi) berlokasi di Jl. Raya Balongan Km. 9, Indramayu, Jawa Barat, dengan bidang usaha
mengolah minyak mentah (crude oil) menjadi produk-produk BBM (Bahan Bakar Minyak), Non BBM, dan Petrokimia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa kandungan sisa yang terbawa oleh minyak bumi seperti metal dan chlor kami bakar sehingga sudah netral dan tidak menghasilkan pencemaran udara. Selain itu sisa decane oil masih bisa dijual ke Cilacap sesuai kebutuhan produksi mereka," ujar Unit Manager Communication Refinery Unit VI Pertamina, Rustam Aji.
Selain bahan bakar RU VI Pertamina juga menghasilkan LPG dan Propylene yang digunakan untuk membuat plastik. "Untuk LPG langsung kami salurkan ke depot LPG direktorat pemasaran. karena tidak bisa disimpan lama," Rustam menambahkan.
Kemampuan produksi Pertamax Turbo Low Sulfur High Quality di RU VI Balongan sebesar 60.000 barel per bulan. Sedangkan kemampuan produksi Pertamax Low Sulfur kurang lebih 700.000 barel per bulan.
Baca juga: Soal Bensin Euro 4, Ini Tanggapan Pertamina |
GM Pertamina RU VI Balongan, Joko Widi Wijayanto mengatakan, produksi Pertamax Turbo dan Pertamax 92 Low Sulfur High Quality di RU VI Balongan merupakan salah satu bentuk sebagai komitmen PT Pertamina (Persero) dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar yang syarat akan nilai-nilai lingkungan hidup.
Hal ini sesuai dengan peraturan No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017, tentang Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor dengan kandungan sulfur maksimal 50 ppm. Aturan ini dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.
(ddn/ddn)
Komentar Terbanyak
Pajak Mobil Indonesia Dicap Paling Tinggi Sedunia
Bayangin Aja! Pajak Toyota Avanza Rp 150 Ribu, Nggak Ada Gesek 5 Tahun Sekali
RI Digusur Malaysia, Ini Sederet Dampak Buruk Penjualan Mobil Turun Terus