Rabu, 19 Sep 2018 19:59 WIB

Oli Bekas Ternyata Juga Bisa Menguntungkan Negara

Rizki Pratama - detikOto
Pelumas Foto: Kiagoos Auliansyah Pelumas Foto: Kiagoos Auliansyah
Jakarta - Pertumbuhan ekonomi dunia sudah meningkatkan konsumsi pelumas secara signifikan dari tahun ke tahun baik di sektor industri, transportasi, alat-alat berat dan manufaktur. Dari kebutuhan tersebut Indonesia sendiri membutuhkan kurang lebih 800 juta liter per tahun.



Bahan baku pelumas berasal dari minyak mentah yang diambil dari perut bumi. Minyak bumi merupakan sumber daya alam terbatas yang lambat laun akan habis. Kondisi ini tentunya akan menyebabkan krisis bahan bakar yang akan mengganggu perekonomian dunia.

Salah satu solusi untuk menjaga ketersedian pelumas untuk memenuhi berbagai kebutuhan manusia adalah dengan mengolah kembali oli bekas tersebut. Salah satu perusahaan legal yang mampu mengelola oli bekas adalah PT Wiraswasta Gemilang Indonesia.

Kehadiran pihak yang mengelola oli bekas memberikan banyak keuntungan tidak hanya di sektor ekonomi tapi juga lingkungan. Pengelolaan oli bekas mampu menghemat devisa Negara karena Indonesia bisa terhindar dari keharusan impor base oil atau impor minyak mentah untuk diolah menjadi base oil.



Selain itu mengurangi daur ulang illegal atau lebih dikenal dengan oli oplos. Oli oplos menjadi menarik bagi konsumen karena harga yang cenderung lebih murah daripada oli asli yang diproduksi perusahaan yang ahli di bidangnya. Selain itu penggunaan oli palsu prosesnya tidak bisa dipertanggungjawabkan yang mana menghasilkan pelumas-pelumas palsu dengan kualitas buruk.

Oli bekas yang tidak dikelola dengan baik akan memberikan dampak buruk terhadap keberlangsungan hidup manusia, hewan, dan tumbuhan serta lingkungan. Bahaya dari oli bekas yang dibuang sembarangan memiliki efek yang lebih buruk daripada tumpahan minyak mentah biasa. Dibutuhkan waktu yang sangat lama untuk memulihkan kembali tanah dan air yang tercemar oleh oli bekas. (lth/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed