Sabtu, 25 Agu 2018 09:12 WIB

Toyota Buka Kelas Industri Otomotif di SMK Tunas Harapan Pati

M Luthfi Andika - detikOto
Toyota Buka Kelas Industri Otomotif di SMK Tunas Harapan Pati Foto: dok. Toyota Toyota Buka Kelas Industri Otomotif di SMK Tunas Harapan Pati Foto: dok. Toyota
Pati - Sadar akan pentingnya industri otomotif sebagai salah satu penggerak perekonomian satu bangsa. Wajar jika ilmu pengetahuan akan industri otomotif perlu dipupuk semenjak dini.



Dan demi membuktikan komitmen Toyota dalam membangun industri otomotif di Indonesia. Tepat Jumat 24 Agustus 2018 kemarin, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan PT Toyota Astra Motor (TAM) bersama Yayasan Toyota Astra (YTA) menunjukkan komitmen dan keseriusannya dalam pengembangan pendidikan anak bangsa melalui aktifitas CSR "Program Kelas Budaya Industri" yang diresmikan di SMK Tunas Harapan Pati.

"Tantangan Dunia Industri yang semakin kompetitif menuntut tersedianya SDM yang dapat beradaptasi dengan baik dalam aktifitas di lapangan kerja. Kami berusaha untuk mendukung geliat ekonomi Indonesia salah satunya melalui pembentukan kualifikasi tinggi lulusan vokasi melalui Kelas Budaya Industri dimana praktek-praktek di dalam industri diperkenalkan sejak dini," ujar Presiden Direktur PT TMMIN Warih Andang Tjahjono, dalam rilis yang diterima detikOto.



Dalam "Program Kelas Budaya Industri" peserta menerima pengetahuan budaya industri yang diharapkan dapat memenuhi kriteria kecakapan kerja yang menekankan mentalitas bekerja sistematis, efisien, dan efektif untuk membentuk lulusan 'Siap Pakai.'

Artinya para siswa yang sudah mengikuti Kelas Budaya Industri diharapkan sudah jauh lebih siap untuk mengaplikasikan keterampilan teknis tertentu yang spesifik dengan jenis pekerjaan yang akan ditangani di dunia industri.

"Sejalan dengan visi Toyota Indonesia untuk turut berkontribusi terhadap pendidikan nasional, kami berharap 'Program Kelas Budaya Industri' ini dapat turut meningkatkan mutu keterampilan dan kemampuan para siswa. Sehingga akan meningkatkan angka penyerapan lulusan SMK yang berkualitas yang dapat memenuhi kebutuhan tenaga terampil dalam industri otomotif yang terus berkembang," ujar Darmawan Widjaja, Direktur Toyota-Astra Motor, dalam kesempatan yang sama, hari ini.

Selanjutnya, penanaman mentalitas kelas budaya industri akan dilakukan dengan mengintegrasikan secara konsisten wawasan budaya industri yang meliputi prinsip-prinsip 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin), Keselamatan Kerja (Duga-Bahaya), Kerjasama Kelompok, Orientasi pada kualitas proses dan hasil kerja, 'Kaizen' (perbaikan/penyempurnaan secara terus menerus), dan pemecahan masalah secara sistematis.

Sebagai Program Perdana, Toyota Indonesia melalui YTA akan melakukan uji coba kepada 15 SMK yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Pemilihan ini berdasarkan komitmen yang ditunjukkan oleh para SMK tersebut dalam peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah masing-masing. Uji coba Kelas Budaya Industri akan dilakukan dalam 2 tahun ajaran, mulai tahun ajaran 2018/2019 di kelas XI dan mulai tahun ajaran 2019/2020 seterusnya di kelas XII. Hal pertama yang dilakukan adalah pelatihan dasar-dasar 5R, dasar-dasar Sistem Produksi Toyota dan keselamatan kerja untuk seluruh kepala sekolah serta jajaran guru-guru untuk kemudian disosialisasikan kepada siswa-siswi mereka.



Pembelajaran yang akan diselenggarakan menggunakan kurikulum resmi kelas Budaya Industri yang merupakan perpaduan kurikulum nasional yang berlaku saat ini dan muatan budaya industri. Kelas Budaya Industri dapat diterapkan di berbagai jurusan yang ada di sekolah. Kurikulum dan wawasan budaya industri akan diajarkan langsung oleh 68 guru-guru dari 15 SMK yang sudah dilatih YTA secara intensif dalam kurun waktu Januari-Juni 2018. Evaluasi akan dilakukan secara berkala oleh Tim Evaluasi YTA untuk mengukur efektivitas pembelajaran terutama pembelajaran muatan budaya industri dalam menghasilkan perubahan perilaku siswa yang menjadi tolak ukur.

Selain itu juga dijelaskan kelas budaya industri dijalankan untuk memperbesar kemungkinan lulusan SMK untuk memenuhi kebutuhan SDM di industri melalui kepemilikan karakter industri terutama memiliki ketekunan dan mentalitas berpikir seperti engineer/insinyur yang mengedepankan analisa.

"Terciptanya kebiasaan bekerja sistematis, efisien, dan efektif menjadi tujuan utama program Kelas Budaya Industri. Mentalitas yang terbentuk di kalangan lulusan SMK diharapkan dapat membuat generasi penerus ini dapat terserap dengan baik di lapangan kerja nyata. Kelas Budaya Industri hadir untuk memperkaya wawasan dan karakter industri bagi SDM agar siap terjun menjadi tenaga terampil," ujar Direktur Administration, Corporate & External Affairs PT TMMIN Bob Azam.

Acara Peresmian Program rencananya akan dicanangkan secara nasional ini, dihadiri oleh Bupati Kabupaten Pati H. Haryanto, SH. MM. M.Si., Direktur Pembinaan SMK Dr. Ir. M. Bakrun MM., Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah II Pati Santoso SH, MH., Kepala Dinas Pendidikan Jateng Drs. Gatot Bambang Hastowo M.Pd, Direktur Eksekutif KADIN Indonesia Rahardjo Djamtomo, Presiden Direktur PT TMMIN Warih Andang Tj., Direktur Administration, Corporate & External Affairs PT TMMIN Bob Azam, dan Direktur PT TAM Darmawan Widjaja. (lth/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed