Teknologi tersebut dikatakan terobosan terbaru dan satu-satunya di Jepang. Kepala Panitia Pelaksana Proyek Masjid Berjalan sekaligus CEO Yasu Project Co., Ltd Yasuharu Inoue mengungkapkan, ketika masa percobaan, polisi setempat pun dibuat kebingungan atas teknologi tersebut.
"Teknologinya itu luar biasa. Samping-sampingnya bisa terbuka, bawahnya, atasnya, dan lainnya. Semua itu maksimum hanya membutuhkan waktu 5 menit. Polisi Jepang pun sampai bingung, belum ada yang bisa bergerak secepat ini (mekanisme berubah menjadi masjid-nya)," kata Inoue di kunjungannya ke Jakarta, Kamis (23/8/2018) kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Truk Disulap Jadi Mesjid Berjalan |
"Secara teknis mendetailnya cukup sulit dikatakan, tapi itu adalah salah satu bukti bahwa teknologi di masjid berjalan sangat canggih. Ya, perubahannya seperti di film Transformers," lanjutnya.
Teknologi itu pula yang sangat sulit dibuat. "Jadi ketika ingin dibuat di Indonesia pelajari dulu software-nya, mobilnya, teknologinya, dan lain sebagainya. Mempersiapkan dulu SDM-nya karena ini teknologi asli Jepang, cukup sulit. Setelah itu baru deh kita berbicara investasi," tutup Inoue.
Berbicara fasilitas di masjid berjalan ini, di sana terdapat karpet sebagai alas, AC, kompas, tempat wudhu, sampai mineral crystal sebagai penyejuk ruangannya. "Selain jadi tempat sholat, truk bisa jadi apa pun. Multifungsi," kata Inoue. Truk bisa menjadi restoran halal dan lain-lain. (ruk/lth)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas