Senin, 20 Agu 2018 08:08 WIB

Mengenal Bus Tanpa Sopir yang Hadir di Asian Games 2018

Ruly Kurniawan, Rizki Pratama - detikOto
Bus tanpa sopir yang beroperasi di GBK Senayan (Foto: Rizki Pratama) Bus tanpa sopir yang beroperasi di GBK Senayan (Foto: Rizki Pratama)
Jakarta - Berbagai hal menarik disajikan pada perhelatan Asian Games 2018, salah satunya bus tanpa sopir, Navya. Bus yang dibawa oleh Telkomsel itu sudah tersedia di halaman Telkomsel 5G Experience Center.

Bus berkapasitas penumpang 15 orang (11 duduk dan 4 berdiri) itu beroperasi di kawasan GBK (Gelora Bung Karno). Para pengunjung bisa menjajalnya secara cuma-cuma.

Sejumlah teknologi mutakhir disematkan dalam bus Navya yang secara khusus dirancang untuk memenuhi kebutuhan kendaraan tanpa pengemudi. Teknologi tersebut tergolong baru dan masih diterapkan di beberapa negara Eropa saja. Lantas, apa saja yah?

Mengutip situs resmi Navya, ada beberapa hal menarik yang berada di jeroan bus itu. Seperti fitur navigasi dan keselamatan yang telah menggunakan sistem pendeteksi aktif, sensor Lidar, kamera 360, GPS, IMU, dan lain sebagainya.

Bus Navya menggunakan Multi-Sensor-Cutting-Edge yang paling canggih dari negara asalnya, Prancis. Desain kompak dan sederhana membuat sensor tersebut bisa berkerja secara aktif serta efektif dalam memahami dan memvisualisasikan lingkungan sekitar. Sensor tersebut terhubung dengan komputer yang berfungsi sebagai otak mobil.

Berbagai kamera serta fitur pengontrol juga tersemat seperti odometry yang berfungsi mengatur roda (kecepatan dan berbelok).

Navya diperkuat dengan baterai listrik lithium LiFeP04 berkapasitas 33 kWh yang tahan digunakan selama 9 jam. Dengan temperatur 0 sampai 40 derajat celcius dan muatan listrik 3.6 kW, pengisian baterai mobil membutuhkan waktu 8 jam (dari 0 hingga 90 persen).

Tapi jangan harap bus bisa berjalan dengan cepat ya, Otolovers. Sebab, Navya dirancang khusus sebagai kendaraan angkut transit bagi kota yang padat kendaraan. Sehingga dengan motor elektrik 15 KW, kecepatan maksimum Navya adalah 25 km/jam.



Lantas bagaimana caranya bus tersebut bisa berjalan di Indonesia? Memanfaatkan teknologi jaringan 5G milik Telkomsel, Navya memungkinkan untuk mengaspal di Tanah Air. Jaringan tersebut dikatakan sudah efektif dalam membantu segala sensor di bus agar berkomunikasi cepat dengan komputer atau 'otak'-nya.

Sayang saat detikOto menyambangi GBK Minggu (19/8/2018) kemarin bus itu tengah mengalami perawatan sehingga tidak bisa beroperasi. Belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak Telkomsel kapan kendaraan tersebut dapat beroperasi secara maksimal.

"Hari ini baru sekali beroperasi, tapi sayangnya saat ini lagi maintenance. Kendalanya kendaraan memerlukan pembaharuan peta," ujar Manager Technology Masterplan Telkomsel, Tronic Halolongan dSiregar di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Di dalam bus ini terdapat sebelas tempat duduk dan empat pegangan tangan untuk penumpang yang berdiri. Namun untuk saat ini 3 kursi di tengah bus diganti dengan sebuah monitor TV dan kamera 360 untuk mengabdikan momen penumpang yang menggunakan bus otonom. Foto yang dihasilkan dapat diunduh melalui Aplikasi My Telkomsel dengan memindai kode QR yang tersedia.



Dari segi keamanan mobil ini memiliki tombol darurat. Jika tombol tersebut ditekan maka bus tanpa sopir itu akan berhenti melaju.

Bus ini mampu menempuh kecepatan hingga 25km/jam. Namun untuk operasional saat ini dibatasi hanya 10km/jam saja.

Untuk jam operasional transportasi tanpa sopir ini belum ada jadwalnya. Meskipun demikian pihak Telkomsel selalu berkoordinasi dengan penyelenggara Asian Games dengan jadwal bus atlit untuk menghindari masalah keterlamabatan waktu.



Ini video Bus 'Hantu' di GBK, Bisa Jalan Tanpa Sopir

[Gambas:Video 20detik]

(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com