Selasa, 14 Agu 2018 08:27 WIB

Produsen Kendaraan Jepang Akui Salah Uji Emisi dan Konsumsi BBM

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Ilustrasi alat uji emisi (Foto: Jabbar Ramdhani/detikcom)
Tokyo - Produsen kendaraan Jepang seperti Nissan, Subaru, Mazda Motor, Suzuki Motor dan Yamaha Motor mengakui kalau mereka sudah melakukan uji emisi dan konsumsi BBM yang salah.

Demikian dilaporkan Kementerian Transportasi Jepang dalam pernyataannya seperti dilansir dari Reuters, Selasa (14/8/2018).

Perwakilan dari Mazda dan Suzuki mengonfirmasi laporan itu namun mereka menolak untuk berkomentar lebih lanjut. Yamaha juga sudah mengakui hal tersebut dan langsung meminta maaf.

"Terkait inspeksi emisi, faktanya memang ada langkah yang kurang tepat, kami meminta maaf," ujar juru bicara Yamaha.



Pemerintah Jepang meminta Mazda, Suzuki dan Yamaha untuk melakukan penyelidikan internal setelah Kementerian Jepang menemukan pengetesan yang tidak sesuai di Subaru dan Nissan pada bulan Juli lalu.

Nissan mengakui mereka salah mengukur emisi dan konsumsi BBM untuk 19 model kendaraan yang dites di Jepang. Sementara Suzuki yang merupakan produsen terbesar keempat Jepang mengatakan dari sekitar 12.819 kendaraan yang dites emisi dan konsumsi BBM sejak Juni 2012, setengahnya dites secara tidak benar.

"Saya meminta maaf dan kami akan berupaya tidak mengulanginya lagi," ujar CEO Suzuki Toshihiro Suzuki.

Sementara Mazda menemukan hanya 4 persen dari kendaraan yang dites atau sekitar 40 kendaraan. Dalam kasus Yamaha, hanya ada 2 persen kendaraan yang dites secara tidak benar.

Laporan ini kembali mencoreng industri Jepang, setelah raksasa Jepang lain seperti Kobe Steel, Mitsubishi Materials dan Toray Industries juga memalsukan data produk mereka.

Akibat laporan ini saham Mazda sempat turun 1,8 persen, Suzuki turun 5,2 persen dan Yamaha turun 4 persen. (ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com