Senin, 13 Agu 2018 16:49 WIB

Ganjil Genap Bikin Udara Jakarta Lebih Segar, Bakal Permanen?

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Polisi menilang mobil yang melanggar ganjil genap Foto: Nur Azizah/detikcom Polisi menilang mobil yang melanggar ganjil genap Foto: Nur Azizah/detikcom
Tangerang - Perluasan ganjil-genap yang diterapkan pemerintah DKI Jakarta untuk mengurai kemacetan saat Asian Games 2018 ternyata berdampak pada kualitas udara di Jakarta.

Tingkat PM 2.5 (kualitas udara) di Jakarta terus membaik, tercatat empat hari terakhir tembus di angka 28 µg/m3, mendekati standar World Health Organization (WHO) yakni 25 µg/m3.



Lantas apakah perluasan tersebut akan dipermanenkan? Meski ganjil genap punya dampak baik, untuk keputusan apakah perluasan ganjil-genap tersebut dipermanenkan semua kembali lagi pada putusan pemerintah daerah.

"Itu kan kebijakan daerah ya, kita kan nasional bikin kebijakan nasional," ujar Direktur Pengendalian Pencemaran Udara KLHK RI, Dasrul Chaniago saat ditemui di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show pekan lalu.

"DKI kan punya alat pemantau sendiri, harusnya mereka tahu dong masa diingatkan terus, nanti kita lihat, yang jelas kalau saya baca di media sampai Asian Games ada lagi kan," katanya.



Meski demikian, lebih lanjut Dasrul mengatakan, pemerintah pusat terus mendorong dan membantu pemerintah daerah dalam hal ini Jakarta agar kualitas udaranya terus membaik. "Kita dorong program-program kayak car free day dan segala macam, itu harusnya jadi evaluasi daerah," lanjutnya. (khi/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed