Kamis, 21 Jun 2018 07:12 WIB

Begini Layanan Taksi Online Kalau Mobil Sudah Elektrik Semua

Ruly Kurniawan - detikOto
Mobil listrik Foto: DW (Soft News) Mobil listrik Foto: DW (Soft News)
Washington - Ojek online atau yang biasa disebut ojol dan taksi online kian marak di Indonesia. Meskipun sudah memiliki kendaraan pribadi, jasa ojol sangat membantu dalam kegiatan sehari-hari misalkan mengantar dari suatu tempat ke tempat lainnya. Lantas bagaimana kalau mobil yang beredar di jalanan sudah bermotor listrik semua, ya?

Kini, wacana untuk mengubah mesin kendaraan khususnya roda empat menjadi elektrik (menggunakan baterai, bukan mesin konvensional lagi) sedang hangat diperbincangkan.

Di Indonesia sendiri, pada tahun 2025 paling tidak 20 persen dari seluruh produksi mobil di dalam negeri merupakan kendaraan Low Carbon Emission Vehicle (LCEV), termasuk di dalamnya mobil listrik dan hybrid. Pergeseran ini otomatis akan mengubah cara taksi online beroperasi. Mereka nanti bakal butuh waktu lebih untuk mengecas baterai mobilnya. Pertanyaannya, nanti akan seperti apa ya?

Mengutip dari Paultan, pergeseran ini menjadi perhatian para pelaku otomotif di seluruh dunia. Uber selaku penyedia jasa car sharing pun sedang menyiapkan layanan berdasarkan perubahan tersebut sehingga diluncurkannya proyek percontohan penggunaan layanan Uber untuk mobil listrik seperti di Amerika Serikat. Tujuannya mereka ingin memberi pendidikan terlebih dahulu kepada pengguna dan drivernya.



Uber akan memberi potongan harga bagi pemilik EV atau kendaraan berbahan bakar bersih khususnya California Selatan. Pun dengan para pengguna aplikasi tersebut (siapa saja yang pesan taksi EV). Perusahaan juga telah memperbaharui aplikasinya sehingga pengemudi EV selalu diingatkan untuk berkendara hanya berlangsung sampai 30 menit atau lebih sedikit saja.

Untuk para penumpangnya, ketika mereka telah memesan taksi yang drivernya menggunakan EV atau mobil listrik, akan diingatkan bahwa perjalanan akan berlangsung sampai 30 menit saja. Jadi, kedua belah pihak ketika 'match' akan mendapatkan notifikasi yang sama sehingga timbul kesepakatan bersama.

Program percontohan ini akan berlangsung di tujuh kota di Amerika Utara seperti Austin, Los Angeles, Montreal, Sacramento, San Diego, San Francisco, dan Seattle. Sementara insentif uang tunai untuk pengemudi yang sudah bersedia beralih ke kendaraan listrik akan bervariasi dari kota ke kota.

Di Sacramento misalkan, per perjalanan yang diselesaikan dalam kendaraan nol-emisi atau EV, Uber akan mengumpulkan USD 1,50 atau Rp 21 ribu dan pengemudi mendapatkan akses ke pengisian baterai berdaya besar secara gratis melalui jaringan SMUD. Di San Diego dan San Francisco, insentif yang diberikan per perjalanan adalah USD 1. (ruk/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed