Rabu, 20 Jun 2018 14:52 WIB

Tes Psikologi Bikin SIM, yang Dinilai Apa Saja?

Kanavino Ahmad Rizqo - detikOto
Proses pembuatan SIM (Foto: Grandyos Zafna) Proses pembuatan SIM (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - Ditlantas Polda Metro Jaya bakal menerapkan tes psikologi bagi pemohon SIM (surat izin mengemudi) mulai 25 Juni 2018. Sejumlah aspek, dari kemampuan penyesuaian diri hingga kemampuan konsentrasi calon pengendara, akan dinilai lewat tes ini.

"Penilaian dengan menggunakan materi tes soal seperti selama ini. Jadi ada beberapa soal yang di mana soal itu sudah meliputi beberapa aspek, dalam penilaian kesehatan rohani, misalkan bagaimana penyesuaian diri seseorang tersebut, bagaimana ketahanan kerjanya, bagaimana cara adaptasinya terhadap lingkungan, bagaimana penyesuaian diri, kecermatannya, kecerdasan, kemampuan konsentrasinya," kata Kasi SIM Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar saat dihubungi detikcom, Rabu (20/6/2018).



Seorang pengendara setidaknya harus mempunyai dua kemampuan, yaitu hard skill dan soft skill. Lewat tes psikologi ini, polisi ingin memastikan calon pengendara mempunyai soft skill, yaitu kesehatan rohani yang baik.

"Karena begini, kemampuan orang itu dapat diukur dari hard skill, kemampuan teknis berkendaranya, maupun soft skill. Jadi kalau orang mau menjadi orang yang safe and responsible driving atau perilaku orang berkendara yang aman dan bertanggung jawab. Sebenarnya tolok ukurnya itu tidak hanya hard skill, tidak hanya dia mampu mengemudikan kendaraan bermotor, tapi juga soft skill, adalah dia memiliki kesehatan jasmani maupun rohani," ujar dia.

Selain itu, Fahri yakin tes psikologi ini dapat menurunkan angka kecelakaan di Jakarta. Pasalnya, dalam beberapa kasus, dia menyebut kecelakaan disebabkan faktor psikologis.

"Sebelum kami menerbitkan SIM, bahwa psikologi orang dan jasmani sehat sehingga tidak membahayakan dirinya dan orang lain," tuturnya.

Rencananya, persiapan simulasi tes psikologi akan dilaksanakan serentak di seluruh kantor Satpas pada Kamis (21/6) besok. Polisi menggandeng lembaga psikologi untuk menggelar tes tersebut.

Sebelumnya diberitakan, tes psikologi akan diterapkan untuk masyarakat yang ingin memperpanjang ataupun membuat SIM baru mulai 25 Juni 2018. Namun polisi belum menentukan kisaran biaya yang akan dikenakan kepada calon pengendara.

"Mulai 25 Juni 2018, perpanjang SIM dan buat baru dengan tes psikologi," kata Kasi SIM Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar kepada detikcom, Selasa (19/6). (knv/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
  • Xpander Bakal Jadi Taksi?

    Xpander Bakal Jadi Taksi?

    Rabu, 12 Des 2018 08:41 WIB
    Perusahaan taksi saat ini banyak yang menggunakan mobil low MPV untuk armada. Misalnya Avanza hingga Wuling Confero. Apakah Xpander bakal jadi taksi juga?
  • Kakak Honda CR-V

    Kakak Honda CR-V

    Selasa, 11 Des 2018 20:40 WIB
    Honda telah mengumumkan bakal memproduksi kembali kakak Honda CR-V yakni Passport. Seperti apa bentuknya?
  • Soal CB150R ExMotion, Honda: Pasarnya Kecil

    Soal CB150R ExMotion, Honda: Pasarnya Kecil

    Selasa, 11 Des 2018 19:59 WIB
    Di Thailand, Honda memasarkan motor sport CB150R ExMotion. Tapi, Astra Honda Motor (AHM) tampaknya tidak tertarik membawa motor tersebut ke Indonesia.
  • Hyundai Punya SUV Bertenaga Hidrogen

    Hyundai Punya SUV Bertenaga Hidrogen

    Selasa, 11 Des 2018 19:34 WIB
    Mobil bertenaga hidrogen tak hanya berbentuk sedan. Kini, Hyundai mengeluarkan mobil SUV bertenaga hidrogen. Namanya Hyundai Nexo.
  • Model Baru C-Class

    Model Baru C-Class

    Selasa, 11 Des 2018 19:08 WIB
    Mercedes-Benz meluncurkan 2 unit C-Class C200 EQ Boost dan C300 AMG Line di Wanaherang, Bogor. The New C-Class menawarkan beragam fitur inovatif dan canggih.