Kamis, 03 Mei 2018 16:53 WIB

Hati-hati, Cuma Menonton Kecelakaan Bisa Timbulkan Kecelakaan Lain

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Hati-hati, Cuma Menonton Kecelakaan Bisa Timbulkan Kecelakaan Lain Foto: Facebook/Pak Wiet Hati-hati, Cuma Menonton Kecelakaan Bisa Timbulkan Kecelakaan Lain Foto: Facebook/Pak Wiet
Jakarta - Kecelakaan lalu lintas mungkin saja terjadi. Di Indonesia, ketika terjadi kecelakaan, sering kali orang lain ingin tahu kejadian. Tak jarang pengendara yang melambat hanya sekadar ingin tahu, bahkan sampai ada yang memarkir kendaraannya sembarangan.



Langkah-langkah itu tentunya akan meresahkan pengguna jalan lainnya. Tindakan itu bikin macet, bahkan bisa menimbulkan kecelakaan.

"Kebanyakan terjadi, begitu terjadi kecelakaan di badan jalan, itu lokasi kecelakaan tadi dibiarkan tidak ada pengamanan, sehingga lalu lintas (kendaraan lain) melakukan perlambatan tiba-tiba, atau karena kecelakaan tadi membuat terjadinya hambatan di badan jalan itu akan mengganggu pengguna jalan yang lain," kata Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu saat berbincang dengan detikOto melalui sambungan telepon, Kamis (3/5/2018).



Kecelakaan pertama menimbulkan kecelakaan berikutnya sering kali terjadi. Lebih-lebih kejadian di jalan tol.

"Bisa saja kecelakaan pertama terjadi di seberang jalan, ada kendaraan yang di arah sebaliknya tiba-tiba mengurangi kecepatan untuk sekadar melihat kecelakaan di seberang. Dia tiba-tiba ngurangi kecepatan, dari belakang nggak tahu langsung nubruk mobil di depannya yang melambat itu. Saya pernah melihat beberapa kali kejadian seperti itu. Saya hampir menabrak, saya masuk ke rumput-rumput dan akhirnya di belakang tabrakan, itu saya pernah alami," kata Jusri.

Harusnya kejadian seperti itu tidak boleh dilakukan. Di jalan tol, misalnya, harusnya kecepatan konstan, tidak boleh melambat hanya ingin melihat kecelakaan di seberang jalan.

"Intinya tidak boleh melakukan perubahan kecepatan signifikan. karena teorinya, ketika perubahan kecepatan terjadi, konsekuensinya adalah penghambatan kecepatan. Misalnya kendaaraan melaju 80 km/jam, tapi terjadi penurunan kecepatan tiba-tiba, maka mobil yang di belakang juga akan melakukan perlambatan, sehingga katakanlah mobil ke-80 udah berhenti total. Jadi macet total. Kan teori sederhananya seperti itu," kata Jusri. (rgr/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed