Kamis, 05 Apr 2018 11:46 WIB

Jalan Makin Macet, Lebih Cepat Naik Sepeda daripada Mobil

Dina Rayanti - detikOto
Kemacetan di ruas tol TB Simatupang menuju Jagorawi macet, Sabtu (10/12/2016) lalu. Foto: Lamhot Aritonang Kemacetan di ruas tol TB Simatupang menuju Jagorawi macet, Sabtu (10/12/2016) lalu. Foto: Lamhot Aritonang
London - Kemacetan yang semakin parah rupanya bukan hanya dialami di Ibu Kota Jakarta saja. Negara maju sekelas Inggris pun mengalami hal serupa. Kemacetan di Inggris kian hari semakin parah saja.

Bahkan diprediksi mereka yang mengendarai sepeda bisa lebih cepat sampai di tempat tujuan daripada mengemudi mobil seperti dilansir The Sun, Kamis (5/4/2018).

Pada tahun 2014 misalnya, kecepatan rata-rata yang bisa ditempuh pengemudi mobil di Inggris mencapai 31 km/jam. Namun angka itu justru menurun menjadi 29,6 km/jam pada tahun 2017 berdasarkan data milik Departemen Transportasi setempat.

Apabila tren ini terus berlanjut, setidaknya 10 tahun mendatang atau pada tahun 2027 kecepatan rata-rata pengemudi hanya 25,7 km/jam saja. Angka kecepatan itu sama dengan rata-rata para pesepeda mengendarai sepedanya.

"Kemacetan bukan hanya membuat si pengemudi frustrasi tapi juga membuang-buang pengeluaran negara serta membuat kualitas udara semakin buruk saja," ungkap Nicholas Lyes dari perusahaan penyedia navigasi RAC.

Nicholas juga meminta pemerintah setempat untuk membuat aturan baru demi mengatasi kemacetan di sana.

Kemacetan yang semakin parah di Inggris mungkin sama dengan di Jakarta. Berdasarkan data yang dihimpun Inrix, tahun 2016 misalnya Jakarta menempati posisi ke-19 kota termacet di dunia. Warga Jakarta harus rela menghabiskan 55 jam dalam kemacetan.



Kemacetan di Jakarta juga kian bertambah seiring dengan pembangunan infrastruktur yang dikerjakan bersamaan. Pada tahun 2017, Jakarta sebagai kota termacet di dunia naik menjadi posisi ke-12. Warga Jakarta harus menghabiskan waktu hingga 63 jam di jalan akibat kemacetan.

Itu baru berdasarkan kota nih Otolovers. Kalau berdasarkan negara, Indonesia justru menempati peringkat dua negara paling macet di dunia. Posisi Indonesia itu persis di bawah Thailand yang duduk di posisi puncak. Rata-rata warga Tanah Air menghabiskan 51 jamnya di jalan akibat macet.



Sementara bagi warga negeri Gajah Putih, Thailand, rata-rata penduduknya harus menghabiskan waktu 56 jam karena macet di jalan. Ibukota Thailand Bangkok juga menempati posisi di atas Jakarta sebagai negara termacet ke-11 di dunia. Mereka yang tinggal di Bangkok harus rela 64 jam terjebak dalam kemacetan. (dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed