Direktur Marketing PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), Duljatmono mengatakan hal tersebut. Meski keputusan tersebut baik, tapi beberapa pihak disinyalir akan mengalami kerugian seperti para pengusaha.
"Ini sebenarnya saya tidak bisa bicara banyak, karena ini lebih kearah bisnisnya. Karena kalau para pembisnis ini merasa terhambat ya mestinya terganggu ekonominya. Tapi kalau dari produsen ya kita menyediakan produk yang sesuai dengan masyarakat sekarang saja. Artinya, secara pengusaha itu tidak berkembang ya dampaknya ke demand otomotif," pungkasnya kepada wartawan di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (2/3/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila dari dampak umum, lanjutnya, akan ada gangguan pengiriman. Memang, bisa saja hal tersebut diakali oleh menunda atau mempercepat waktu pengiriman. Tetapi tidak semua barang bisa diberlakukan hal seperti itu.
"Berarti pengusaha harus cari cara kan misalkan pengirimannya di dahulukan, diawalkan. Tapi tidak semua barang bisa seperti itu. Kebutuhan pokok tidak bisa ditahan (ditunda pemberangkatannya sebentar), tidak bisa ditimbun. Kalau ditunda, misalkan sayur mayur, bakal busuk kan. Jadi mau tidak mau harus jalan," tutur Duljatmono.
Tapi kembali lagi, belum ada lagi analisa mendalam terkait pembatasan jalur operasional truk di jalan tol. Maka pihaknya belum bisa berkomentar lebih lanjut. (ruk/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Digugat ke MK, Pengendara yang Merokok Diminta Dicabut SIM-nya
Modal Peluit, Jukir Liar di Minimarket Bisa Dapet Rp 9 Juta/Bulan