TransJakarta menambah 300 unit armada barunya jenis bus low entry. Dari 300 unit tersebut, 101 bus yang dirakit menggunakan bodi bahan aluminium yang diklaim punya banyak manfaat. Bukan itu saja, dari sistem perakitannya juga berbeda, yakni dengan sistem cold assembly atau hanya menggunakan baut.
"Jadi perakitannya tidak menggunakan proses panas, tidak ada pengelasan. Las di sini sifatnya hanya strukur yang di bawah bangunan ke atas tidak ada las," ujar General Manager Nusantara Gemilang, Sandra, kepada wartawan, di Kudus, Jawa Tengah.
Sistem perakitan yang hanya menggunakan baut ini juga diklaim punya banyak kelebihan ketimbang sistem perakitan dengan proses panas atau las. Mulai dari perakitannya yang lebih mudah, hingga kebersihan pabrik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Direktur Teknikal TransJakarta, Wijanarko, menambahkan, dengan sistem perakitan tersebut juga dapat meminimalisir kesalahan dalam perakitan.
"Mencegah inkonsistensi pengelasan human errornya kan banyak, kalau ini cuma baut saja," ucapnya.
Baca juga: TransJakarta Tambah 300 Unit Bus Low Entry |
Lanjut Wijanarko mengatakan, sistem perakitan ini bisa diaplikasikan pada tiap jenis bus. Namun harus dilihat dulu sesuai kebutuhannya.
"Tergantung demand-nya, dia targetnya apa, kalau cuma buat gaya-gayaan jangan, kalau kita kan ada perlunya karena penumpangnya banyak, busnya ringan, kalau pas kosongan solar lebih irit muat lebih banyak," tutupnya.












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?