Diberitakan CNBC, Jumat (8/12/2017), terhitung sekitar setengah dari penjualan global, China muncul sebagai pemain terkemuka di pasar mobil listrik dan hibrida. Dan dengan tingkat ekonomi terbesar kedua di dunia, China ingin mengembangkan industri ini di dalam negaranya sendiri, Beijing ingin mengimpor lebih banyak lagi litium.
"Litium akan datang dengan cara yang besar. Litium adalah 99 persen bahan dasar dari mobil listrik dan dari penelitian, permintaannya akan terus melonjak," ujar Managing Director at Research and Data Provider at Benchmark Mineral Intelligence, Simon Moores.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dorongan dari seluruh dunia untuk menciptakan mobil listrik agar mengurangi polusi udara sehingga lingkungan terjaga membuat para produsen mobil berlomba-lomba menghadirkan produknya juga bahan dasar utamanya. Dan China berambisi untuk mengendalikan rantai pasokan kendaraan listrik.
Pengerjaan litium di Beijing selaras dengan rencana Presiden China, meski analis industri mengatakan besarnya biaya ketimbang kekhawatiran lingkungan, adalah alasan utama mengapa China beralih ke energi alternatif.
"Mengingat kekuatan pemerintah di China untuk mengarahkan ekonomi, jika mereka ingin menjadi pemimpin dunia terkait kendaraan listrik, mereka mungkin bisa mencapainya," kata Direktur riset Global X, Jay Jacobs.
"China tidak hanya fokus pada manufaktur kendaraan listrik, tapi juga membeli proyek litium dan mendukung pertumbuhan produsen baterai, sehingga mereka bisa mengendalikan lebih banyak lagi rantai pasokan kendaraan listrik," tambahnya. (khi/rgr)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Viral Pemotor Maksa Lawan Arah, Nggak Dikasih Lewat Malah Ngamuk!