Menurut Ketua Umum Ikatan Ahli Teknik Otomotif (IATO) Indonesia, Ing Gunadi Sindhuwinata, hal tersebut bisa membahayakan jika tidak segera dicari caranya agar tidak ada masalah pada kendaraan listrik jika banjir datang.
"Nah mengapa baterai menjadi masalah bukan sekadar baterainya saja, karena baterai itu menghasilkan tenaga yang berbeda. Satunya akan termasuk high voltage untuk menggerakkan mesin, dan satunya lagi adalah low volt untuk kepentingan iluminasi," ujarnya kepada wartawan, di JCC Senayan, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Informasi mengenai kondisi sepeda motor, kalau kita menjangkau ke kendaraan listrik seperti handphone, kita bisa mendapatkan informasi yang beragam dari kendaraan itu sendiri. Tetapi yang harus kita perhatikan adalah seandainya kendaraan listrik masih ke dalam lingkungan banjir, nah akan terjadi apa. Jangan-jangan bisa timbul percikan api," tuturnya.
Untuk itu hal-hal tersebut juga wajib diperhatikan, agar tidak mengancam keamanan pengguna kendaraan listrik, bahkan sampai merenggut nyawa.
"Nah kalau sudah begitu yang mengendarai bisa mati. Hal semacam ini yang harus diperhatikan. Kabelnya harus berbeda, isolator berbeda, konektor itu harus kedap air, ini yang harus bisa diselesaikan," tutup Gunadi. (khi/rgr)












































Komentar Terbanyak
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?