Atlet Rally Nasional, Rifat Sungkar, mengatakan jika ingin menjadi pembalap jangan langsung mengambil contoh yang kelas teratas. Mulai lah dari ajang balap kelas bawah dulu.
"Jangan ngeliat balapan motor langusung MotoGP. Menuju perjalan itu (menjadi pembalap) banyak sekali pilihan yang bisa kita ambil. Sekarang ini yang sering terjadi di jalan raya trek-trekan, dan itu adalah masalah di seluruh dunia," ujarnya saat menjadi narasumber NoDrivingUnder17 oleh detikOto, di ICE BSD, Tangerang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari masing-masing kejuaraan tersebut kata Rifat, ada banyak kelas balap yang dipertandingkan. Hal tersebut menurutnya lebih adil dari pada balapan liar di jalanan umum.
"Karena kalau di balap resmi cc-nya sama, jadi menurut saya kita nggak perlu takut ikut balap beneran. Kalau di jalan itu kan balap liar, 100 cc bisa aja lawannya 200 cc nggak ada yang tahu," tuturnya.
Selain itu Rifat juga mengingatkan, jangan samakan ngebut di jalan umum dengan di sirkuit yang memang dibuat khusus untuk balap.
"Kalau di sirkuit semua arah sama, dulu-duluan di finish tapi arahnya sama, kalau di jalan raya dari mana-mana arahnya," tutupnya. (khi/lth)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas