Ekspor Toyota Capai 85 Persen

Ekspor Toyota Capai 85 Persen

Ruly Kurniawan - detikOto
Sabtu, 29 Jul 2017 08:23 WIB
Ekspor Toyota Capai 85 Persen
Toyota Motor Manufacturing Indonesia Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Telah berkecimpung dalam aktifitas ekspor selama 30 tahun sejak 1987, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) membuahkan rapot 'hijau'.
Dalam kurun waktu tiga dekade, total ekspor kendaraan utuh (Completely Built-up / CBU) bermerek Toyota mencapai lebih dari 1.1 juta unit, 833.500 unit kendaraan terurai (Completely Knock Down / CKD), 1.47 juta unit mesin utuh, serta lebih dari 648 juta potong komponen dengan nilai total mencapai USD 19 milliar atau sekitar 250 triliun rupiah.
Pengiriman Toyota produksi Indonesia dimulai dari pengapalan Kijang Super (Kijang generasi ke-3) ke Brunei Darussalam dan beberapa negara di Asia-Pasifik seperti Fiji, Vanuatu, dan Solomon. Setelah itu, Toyota Indonesia juga berusaha meningkatkan daya saing produk dalam negerinya sehingga tidak hanya mengekspor Kijang, Toyota juga mulai mengekspor mesin.
Peningkatan ekspor signifikan terjadi setelah Toyota memulai proyek International Innovative Multipurpose Vehicle (IMV) pada 2004, Toyota Indonesia sebagai salah satu basis produksi untuk lima model kendaraan yakni 3 model pickup truck (Hilux), SUV (Fortuner), dan Minivan (Kijang Innova).
Berkat sepak terjangnya ini, pada semester satu 2017 Toyota mengalami kenaikan ekspor sebesar 18% dari tahun sebelumnya. Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono menyampaikan bahwa peforma ekspor kendaraan Toyota mencapai 99.000 unit, naik signifikan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 84.000 unit.
Mengacu pada data tersebut, Fortuner merupakan penopang ekspor tertinggi Toyota yang mencapai angka 33.000 unit. Disusul oleh Toyota Vios dengan 15.000 unit, Kijang Innova sebesar 6.000 unit serta Yaris dan Sienta 4.000 unit.
"Paling besar itu kontribusinya pada fortuner, lalu vios, innova, dan diikuti yaris, sienta, dan lainnya. Semua itu diekspor ke lebih dari 80 negara," ujar Warih saat ditemui di Senayan City, Jakarta, kemarin malam (28/07).
Tidak sampai di sana, semua komponen dari Toyota juga turut menyumbang besaran angka ekspor ini. Untuk ekspor CKD mencapai 24.000 unit, komponen 48 juta buah part, serta ekspor mesin tipe TR dan NR baik bensin maupun etanol juga mencapai angka 68.000 unit.
Ekspor nasional kendaraan secara utuh pada semester 1 tercatat lebih dari 113.300 unit sehingga berdasarkan data Gaikindo, ekspor kendaraan bermerek Toyota semester pertama 2017 telah mencapai 87% dari total ekspor kendaraan Indonesia.
Tingginya minat konsumen di ASEAN terhadap model All New Fortuner menjadi salah satu pendongkrak kinerja ekspor ini.
"Apa yang dicapai TMMIN dan pelaku industri otomotif lainnya tentu tak lepas dari dampak positif sejumlah kebijakan pemerintah, dalam beberapa tahun terakhir termasuk iklim usaha bagi perkembangan industri otomotif yang lebih kondisif. Sehingga peran industri otomotif dalan perekonomian nasional bisa terus meningkat," ujar Warih.
(lth/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads