Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Kamis 27 Juli 2017, 15:38 WIB

Jangan Asal Ngebut, Ini Aturan Batas Kecepatan di Jalan Raya

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jangan Asal Ngebut, Ini Aturan Batas Kecepatan di Jalan Raya Foto: Ari Saputra
Jakarta - Mengendarai kendaraan bermotor jangan asal memacu kecepatan tinggi. Sudah ada aturannya mengenai kecepatan yang bisa dipacu di jalanan tertentu.

Contoh kasus baru-baru ini ada pemotor yang melaju dengan kecepatan tinggi di Solo, Jawa Tengah menabrak mobil yang ingin berbelok ke kanan. Dalam video yang beredar viral memperlihatkan, motor itu melaju dengan kecepatan tinggi tanpa terkendali dan menabrak bagian depan mobil yang akan berbelok ke kanan.



Aturan batas kecepatan sebenarnya sudah tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. 111 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penetapan Batas Kecepatan. Pada aturan itu, di Pasal 3 tertulis, setiap jalan memiliki batas kecepatan paling tinggi yang ditetapkan secara nasional. Itu meliputi batas kecepatan jalan bebas hambatan, batas kecepatan jalan antarkota, batas kecepatan pada kawasan perkotaan dan batas kecepatan jalan pada kawasan permukiman.

Tak hanya batas kecepatan tertinggi yang diatur. Khusus untuk jalan tol, batas kecepatan terendah pun sudah diatur agar lalu lintasnya tetap lancar.

Lantas, berapa batas kecepatan yang sudah diatur dalam peraturan? Peraturan Menteri Perhubungan No. 111 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penetapan Batas Kecepatan Pasal 3 ayat (4) tertulis, di jalan bebas hambatan dalam kondisi arus bebas batas kecepatan paling rendah adalah 60 kilometer (km) per jam dan kecepatan paling tingginya 100 km/jam.

Kemudian untuk jalan antarkota, kecepatan paling tinggi yang diatur adalah 80 km/jam. Di kawasan perkotaan, batas paling tingginya 50 km/jam. Dan di kawasan permukiman, batas kecepatan tertingginya 30 km/jam. Batas-batas kecepatan itu dinyatakan dengan rambu lalu lintas.

Namun, batas kecepatan tertinggi itu bisa ditetapkan lebih rendah atas dasar beberapa pertimbangan. Misalnya frekuensi kecelakaan yang tinggi dan fatalitas akibat kecelakaan di lingkungan jalan yang bersangkutan, perubahan kondisi permukaan jalan, geometri jalan, lingkungan sekitar jalan atau usulan masyarakat melalui rapat forum lalu lintas dan angkutan jalan sesuai dengan tingkatan status jalan. Perubahan batas kecepatan itu dinyatakan dengan rambu lalu lintas. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
FJB Otomotif +