Jumat, 21 Jul 2017 17:50 WIB

Fakta Unik Membuat SIM di Berbagai Negara

Dina Rayanti - detikOto
SIM Denmark (Foto: expatindenmark.com) SIM Denmark (Foto: expatindenmark.com)
Jakarta - Lisensi berkendara atau yang biasa disebut Surat Izin Mengemudi (SIM) memang dibutuhkan untuk seorang pengendara yang ingin mengemudikan mobilnya sendiri. Namun pembuatan SIM di beberapa negara pun memiliki prosedur yang berbeda-beda, bahkan ada fakta-fakta unik di baliknya, apa saja itu?

Meksiko merupakan salah satu negara dengan penduduk ibukota cukup banyak yaitu sebesar 21 juta penduduk. Mexico City, ibukotanya juga diketahui memiliki kualitas udara yang buruk sehingga pemerintah setempat tak menyarankan para penduduknya untuk menyetir mobil. Paling tidak satu hari dalam seminggu warga Meksiko diminta tak menyetir mobil.

Fakta unik lain ada di negara Eropa, Denmark. Sebelum tahun 2013, SIM di Denmark berlaku hingga si pengendara berusia 70 tahun. Setelah usianya melewati 70 tahun maka setiap dua tahun sekali mereka harus menjalani serangkaian tes.

Di Jepang biaya pembuatan SIM terbilang mahal. Bahkan untuk warganya sendiri bisa mencapai Rp 30 jutaan. Apalagi untuk orang asing. Orang asing yang berminat untuk membuat SIM di Jepang akan dikenakan tarif sebesar US$ 7.000 atau setara dengan Rp 90 jutaan.

Membuat SIM di Korea Selatan juga unik. Jika selama pengetesan kita tak menggunakan sabuk pengaman sudah pasti kita gagal.

Di Brazil, SIM sudah terintegrasi dengan sistem Demerit Poin. Sistem tersebut yaitu menggunakan poin sehingga jika pengendara melanggar aturan lalu lintas maka demerit poin pada SIM akan bertambah. Jika terus bertambah maka bisa saja SIM dicabut.

Di negeri Samba itu jika seseorang telah menerima SIM-nya maka poin pelanggarannya tak boleh lebih dari 20 selama satu tahun sebelum nantinya dikenakan skorsing. (dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed