Hal tersebut dikatakan oleh, Service Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Riecky Patrayudha, mengatkan, hal tersebut dikarenakan banyak pemudik yang pulang ke kampung halaman di Jawa Timur.
"Saya harap pemerintah bisa antisipasi, tapi yang jelas suzuki satu-satunya sekarang ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) yang ada (posko) di Tingkir Exit (Tingsit). Kita hadir duluan karena kita tau akan jadi masalah," ujarnya kepada wartawan, di Jakarta.
Tingsit sendiri merupakan pasca pintu keluar dari jalan tol Salatiga, yang menuju ke daerah Jawa Timur. Untuk itu, Riecky menyarankan selain memperiapkan kondisi kendaraan, mental pemudik juga harus disiapkan.
"Ya kalau saran saya itu kan lebih banyak masalah sikologi. Kalau mesin bensin bapak nyalain 24 jam selama kondisi normal ga akan ada masalah. Karena itu kan masalah psikologi, pengen pulang cepat-cepat ke rumah, jadi bermasalah. Semua saya bilang cuma satu, jaga emosi. Persiapkan bbm, makanan, hiburan," tuturnya.
Jalur Salatiga sendiri mempunyai jarak tempuh sekitar 17,6 kilometer yang menghubungkan Kota Semarang tersebut, diyakini membantu pemudik menuju Salatiga, Solo maupun Yogyakarta.
Sebagai jalur fungsional sementara, pemudik yang masuk dari Bawen,keluar melalui Gerbang Tol Salatiga tidak akan dikenai tarif tol. Sedangkanpemudik yang masuk dari Semarang dan akan keluar melalui Gerbang Tol Salatiga, dibebankan tarif tol Ungaran-Bawen Rp 7.500.
Selain itu di exit tol Salatiga, para pemudik juga disuguhi pemandangan indah, yang di latar belakangi Gunung Merbabu. Pemandangan ini sebelumnya sempat viral di media sosial dan diklaim sebagai tol panoramic terindah di Indonesia, layaknya pemandangan seperti di luar negeri. (khi/lth)












































Komentar Terbanyak
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk
Viral Pemotor Maksa Lawan Arah, Nggak Dikasih Lewat Malah Ngamuk!