Mahasiswa ITB yang membentuk tim Cikal menciptakan karya kendaraan hemat energi bernama Cikal Ethanol. Kendaraan ini mengandalkan bahan bakar ethanol.
"Kami sebagai mahasiswa merasa enggak seru kalau (pakai teknologi yang) sudah pernah diriset. Maka kami pilih bahan bakar ethanol, meskipun nanti konsekuensinya harga bahan bakarnya mahal banget," kata Team Manager Cikal Ethanol ITB, Rudy Ong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertama kita pelajari dulu karakteristiknya bahan bakar. Kita pelajari efisiensi, terbakarnya bagusnya di kondisi tekanan, temperatur seperti apa. Baru kita bikin sistemnya dulu untuk menambah temperatur, tekanannya kita naikin-turunin. Dari situ baru kita uji test drive. Kita cari kondisi temperatur dan tekanan yang bagus," jelas Rudy.
"Meski aslinya mesin bensin, kita bikin sistem supaya engine itu nerima pakai ethanol," lanjutnya.
Beberapa bagian di ruang bakar mesin pun diubah. Menurut Rudy, bagian piston, silinder, kepala silinder dimodifikasi.
"Ada yang diganti, ada yang digerinda sedikit, jadi kita ubah-ubah sedikit," katanya.
Memang harga bahan bakar ethanol terbilan mahal. Namun, menurut Rudy, penggunaan ethanol bisa tetap efisien.
"Bahan bakarnya, kita ada yang dari sponsor, dulu pernah dapat sponsor. kita juga beli di toko kimia. Bisa dibilang bahan bakar itu 99,7 ethanol. Terakhir dicoba 180 km/liter," ujarnya. (rgr/lth)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Mobil Pribadi Isi Pertalite Dibatasi, per Hari Maksimal Rp 500 Ribu
Australia 'Lumpuh', Hampir 500 SPBU Kehabisan BBM!