Lubricant Product Development Pertamina, Mia Krishna menjelaskan, pendorong utama mengapa kendaraan membutuhkan pelumas yang lebih encer adalah standar emisi yang semakin ketat. Untuk memenuhi standar emisi itu, kendaraan harus menekan konsumsi bahan bakar.
"Menghemat bahan bakar ini ada macam-macam caranya, mulai dari viskositas pelumas yang dibuat lebih encer," kata Mia di Jakarta, Senin (6/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita harus melihat teknologi aditif untuk pelumas," ucap Mia. Misalnya penggunaan bahan aditif bernama friction modifier. Aditif itu berfungsi mengurangi gesekan sehingga meningkatkan efisiensi mesin.
Meski begitu, bukan berarti pelumas yang encer tetap bagus untuk semua kendaraan bermotor. Mia mengatakan, untuk memilih pelumas tetap perhatikan rekomendasi dari pabrikan kendaraan yang bisa dilihat di buku manual pemilik.
"Jangan beranggapan bahwa ada pelumas terbaru 0W-20 API SN, misalnya, cocok untuk semua mobil. Penggunaan pelumas yang tidak tepat atau tidak sesuai dengan kebutuhan engine, akan merusak mesin, dalam hal ini karena terlalu encer pelumasnya. Pelumas yang terbaik adalah yang sesuai rekomendasi manual. Jadi untuk mudahnya, lihat buku manual saja," kata Mia. (rgr/ddn)











































Komentar Terbanyak
Viral Konvoi Fortuner-Alphard Masuk Area CFD, Ini Arti Pelat Nomor ZZ
Tarif Parkir Mobil di Jakarta Diusulkan Rp 60 Ribu/Jam, Pramono Bilang Begini
Iritnya Motor Matik Terbaru Honda, Jakarta-Bandung Cukup 2 Liter Bensin