"Sampai Mei 2016, kedua-duanya, baik motor atau mobil masih turun, tapi kita lihat dua bulan terakhir mobil sudah mulai naik," ujar Head of Public Relations PT Astra International Tbk Yulian Warman di Jakarta.
Yulian mengakui memang, penjualan mobil selama 2 bulan terakhir sudah mulai mengalami kenaikan. "Tapi kalau dibilang naik pun, kenaikannya di mobil penumpang, komersialnya masih turun. Artinya apa? Ekonomi belum terlalu kuat, belum sebegitu kuat permintaannya," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga membeberkan, kenaikan penjualan di mobil itu terjadi karena para konsumen pengguna motor mulai membeli mobil.
"Saya sempat ngobrol dengan Mas Margono (Margono Tanuwijaya, Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor-red), kata dia, coba sampeyan cek yang beli mobil sekarang adalah konsumen motor yang naik kelas. Ya itu guyonnya," ujarnya.
Turunnya penjualan otomotif ini juga berimbas pada laba Astra secara keseluruhan. Laba bersih Astra dari grup bisnis otomotif menurun 3% menjadi Rp 1,6 triliun pada triwulan pertama tahun 2016.
Berikut data penjualan mobil selama tahun 2016:
Mei 88.528 unit
April 84.712 unit
Maret 94.009 unit
Februari 88.225 unit
Januari 85.010 unit
Total 440.484 unit
Berikut data penjualan motor selama tahun 2016:
Mei 2016 461.506 unit
April 478.036 unit
Maret 564.341 unit
Februari 524.864 unit
Januari 416.263 unit
Total 2.444.010 unit
Menutup perbincangannya, Yulian mengharapkan di akhir tahun, kondisi perekonomian bisa pulih, baik domestik maupun pasar global. Apalagi dunia kini tengah menunggu keputusan Inggris apakah jadi keluar dari Uni Eropa atau tidak. Hal ini menurutnya akan memberikan pengaruh pada perekonomian global.
. (ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
BYD Luncurkan Denza N9 Flash Charge: Jarak Tempuh 1.520 Km, Ngecas Cuma 9 Menit
Prabowo Minta Pindad Bikin Mobil Presiden Khusus buat Sapa Rakyat