βMenurut anak saya, banyak temannya sudah naik motor, sekalipun tidak punya SIM. Ini yang kadang-kadang menggoda. Akan tetapi bersyukur sejauh ini kami orang tua yang harus antar kesana kesini. Anak saya laki-laki, jadi bisa juga di sekolah diolok-olok, karena tidak naik motor sendiri. Saya mendukung larangan siswa mengendarai sepeda motor atau mobil. Dan harus tegas larangan tersebut,β ujar Gunawan yang memiliki seorang anak SMA kelas 11.
Hal ini juga diakui oleh Arison Andreas Simarmata. Pria yang sekarang berumur 21 tahun ini pernah βterpaksaβ naik motor karena gengsi dengan teman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walaupun fisiknya kurang mendukung saat itu, namun karena adanya dorongan faktor gengsi tersebut Andreas harus memaksakan diri untuk berkendara pada usia tersebut.
βAda banyak hal yang terjadi seperti terjatuh dan ditilang oleh polisi. pengetahuan saya dalam berlalu lintas pun sangat minim,sehingga sangat membahayakan keselamatan. Saya tidak ingin hal ini terjadi pada anak-anak lain,β ujarnya.
Andreas hanya bisa menyarankan kepolisian agar menerbitkan larangan keras bagi anak dibawah umur khususnya pelajar untuk berkendara ke sekolah dengan alasan apapun.
βHal ini juga harus diiringi dengan adanya larangan dari pihak sekolah mengenai hal ini,β ujarnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk