Buat pengendara roda dua yang berniat untuk melakukan mudik, ada baiknya untuk berpikir ulang atau untuk lebih hati-hati dalam berkendara. Soalnya tingkat kecelakaan saat mudik terbilang masih tinggi.
Menurut Korlantas Mabes Polri diperkirakan keterlibatan kecelakaan sepeda motor saat arus mudik 2014, bisa memuncang di H-7, H+1, H+2, dan H+7 atau selama 16 hari. Tidak tanggung-tanggung banyaknya mobilitas sepeda motor, bisa mencapai 71 persen, atau mencapai 163 kasus per hari, dan bisa membuat 21 jiwa melayang.
Oleh sebab itu, Independent Bikers Club (IBC), bersama Kementerian Perhubungan, Asosiasi Industri Sepeda Motor, dan Road Safety Association (RSA), mengajak untuk seluruh pemudik untuk berkendara dengan aman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelima aspek tersebut, lanjut Bambang, mencangkup keamanan, keselamatan, keterjangkauan, dan kultural. Dan 2 aspek yakni keamanan dan keselamatan merupakan faktor vital yang wajib diwaspadai ketika mudik.
"Secara umum, upaya-upaya yang telah dilakukan untuk menekan kecelakaan antara lain penerapan sepeda motor di jalur lambat, pembuatan jalur khusus sepeda motor, ruang henti khusus sepeda motor," ujarnya.
Dan menurut AISI, seperti yang disampaikan ketua umum AISI. Tingginya angka kecelakaan yang melibatkan motor, dipicu beberapa faktor. Seperti tidak memiliki SIM, mengemudi tidak mengenakan helm, memodifikasi lampu, dan cara berkendara yang ugal-ugalan. Terlebih infrastruktur yang tidak memadai juga menjadi salah satu pemicunya.
(lth/syu)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?