"Banyak orang Indonesia yang salah mengartikan, di mana selama ini cairan rem sering disebut dengan oli rem. Dan itu sangat salah," ucap Operational Director PT Autochem Industry agen tunggal dari Prestone, Autilite, Master, Fram, dan Redex, Henry Sada, di Jatake Tangerang, Kamis (5/11/2013).
Penjelasan gamblang pun langsung dijelaskan QC- R&D manager PT Autocherm (agen tunggal Prestone), Inge Harsono/
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inge pun menambahkan masuknya air yang bisa membuat kadar air lebih banyak dari pada cairan rem, bisa membayakan pengendara saat berkendara.
"Ini yang bisa menyebabkan rem kendaraan menjadi blong, saat air lebih banyak dibandingkan dengan cairan (minyak) rem, membuat daya cangkram semakin melemah. Karena terlalu banyak cairan membuat air terus menguap tablorantara kampas rem dan cakram. Karena kadar air dalam sisten rem itu maksimal 0,2 persen sisanya cairan rem," tambahnya.
(/)
