Ternyata, Wakil Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) lebih memprioritaskan kebijakan pajak progresif dibandingkan ERP atau ganjil Genap.
"Kalau ini (kenaikan pajak progresif) sudah jalan, kita akan kaji. Kalau ternyata orang mulai pindah ke bus sehingga jalan ini longgar, maka kita mungkin tidak akan lakukan," kata Ahok di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (18/11/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan adanya sistem zonasi, dan pajak progresif serta sistem ERP, diharapkan warga yang beraktivitas di Jakarta akan menggunakan transportasi massal.
Bila jalanan Jakarta sudah lengang, maka bisa saja segala kebijakan itu tidak diberlakukan lagi.
"Intinya kita melakukan bukan mau duit, bukan mau bikin aturan. Kita ingin membatasi kepadatan kendaraan sebenarnya. Wah tenyata ini padat, saya sebaiknya naik TransJakarta terus naik bus tingkat yang gratis aja, ini (jalanan) jadi longgar, untuk apa diberlakukan ERP?" terang politisi Gerindra ini.
Rencananya, ketiga program ini akan mulai dijalankan pada tahun depan. Untuk kenaikan pajak progresif sendiri masih sementara kajian dan rencananya akan dilaksanakan pertengahan Desember.
(nwk/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi