Para peneliti asal Belanda sudah melihat potensi ini pada sistem navigasi GPS. Sistem yang terintegrasi dengan satelit ini hanya perlu dikembangkan untuk mencegah kemacetan di setiap ruas jalan karena mobil sering pindah jalur sembarangan.
Dilansir AFP, Jumat (8/11/2013), untuk tahap awal para peneliti akan melakukan pengujian pada April 2014 di jalanan Belanda dari Jerman ke Belgia sepanjang 75 km.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemacetan lalu lintas dapat disebabkan oleh antrean truk," kata Paul van Koningsbruggen dari perusahaan TI Belanda Technolution.
Antrean dari truk ini akan mengakibatkan reaksi berantai. Ketika sebuah mobil berada di belakang truk yang antre, mobil mengerem dan pastinya butuh waktu lebih banyak.
"Ini adalah reaksi berantai ketika sebuah mobil di belakang truk mengerem, maka mobil di belakang mengerem, dan seterusnya, sampai mobil paling belakang berhenti, dan disitu terjadi kemacetan lalu lintas," lanjutnya.
Karena kondisi ini, sistem navigasi GPS yang dikembangkan akan mengarahkan pengendara beralih ke jalur lain supaya tidak terjadi penumpukan di jalan. Berapa kecepatan yang harus ditempuh oleh kendaraan pun diinformasikan kepada pengendara. Dengan begitu kondisi jalan pun tetap lancar.
Salah satu produsen sistem navigasi TomTom mengatakan uji coba tersebut akan melibatkan 1.000 pengendara. Dia melihat, sistem navigasi GPS ini akan handal jika 30-40 persen mobil menggunakan komponen tersebut.
"Uji coba ini akan melibatkan 1.000 pengendara. Kami belum tahu apakah dari hasil tes ini kami bisa membuat produk yang bisa dijual. Tergantung pada seberapa keberhasilan tes yang dilakukan," kata pengembang TomTom, Peter Krootjes.
Para relawan yang mengikuti tes ini akan mengunduh aplikasinya pada telepon pintar mereka, sementara yang lain, mobilnya akan dilengkapi dengan sensor dan kamera untuk mendapatkan data lebih banyak.
"Memang terlihat ambisius jika mengatakan sistem ini akan mengakhiri kemacetan. Tetapi pastinya, pengendara akan terus tahu mengenai kondisi lalu lintas dan mereka bisa sampai rumah lebih cepat," ujar Krootjes.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ini Dia Wujud Pick Up India yang Sudah Berstiker Koperasi Merah Putih
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Muncul Dugaan Indonesia Dijadikan 'Tong Sampah' Pickup India