Kedua pabrik yang ditutup itu adalah pabrik ban truk. Penutupan sendiri dilakukan karena krisis ekonomi yang terus berkepanjangan membuat permintaan truk baru dan pergantian ban truk di Eropa.
Saat ini, permintaanban truk di Eropa 25 persen di bawah permintaan sebelum krisis di 2007. Padahal, saat ini pabrik ban beroperasi hanya 60 persen dari kapasitas produksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan penutupan dua pabrik ini, Michelin berencana untuk melakukan reorganisasi. Merek asal Prancis ini berkata kalau mereka siap menyediakan 800 juta euro hingga 2019 untuk menguatkan perusahaan dengan pengembangan pabrik-pabrik lain. 220 juta euro diantaranya akan diberikan untuk penelitian.
Di Prancis, pabrik yang ditutup berada di Chambray-lès-Tours, di tengah Perancis yang kini mempekerjakan 930 pekerja.
Dengan penutupan pabrik ini, produksi akan digeser ke pabrik lain di Prancis yakni di La Roche-sur-Yon dimana perusahaan akan menginvestasikan 100 juta euro untuk meningkatkan kapasitas produksi menjadi 1,6 juta ban per tahun. 75% diantaranya akan diekspor.
Sementara di Aljazair, pabrik milik Michelin akan dijual ke ke Cevital. Demikian dilansir Wall Street Journal.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Mobil Pribadi Isi Pertalite Dibatasi, per Hari Maksimal Rp 500 Ribu
Australia 'Lumpuh', Hampir 500 SPBU Kehabisan BBM!