Danan Eko Cahyono, pemilik perusahaan Santoso Rising mengaku, alat yang sebagian besar menggunakan bahan baja tahan karat tersebut mampu menghasilkan 0,5 liter BBM dengan mengolah 1 kg sampah plastik.
"Kalau international 1 kg sampah plastik menghasilkan 1 liter BBM. Kalau saya atur 0,5 liter saja. Dia menyusut hanya setengah liter," kata Danan kepada detikOto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil dari olahan akan keluar sekitar 30 menit setelah memasukkan sampah plastik ke alat tersebut. "Jadi memang sangat cepat prosesnya," ucapnya.
Danan, sang pencipta sekaligus penjual alat pengolah limbah plastik menjadi BBM tersebut menjuluki nama alatnya 'Biomass Machinery' yang lebih banyak digunakan oleh perusahaan industri besar yang ada di Jakarta.
Berbekal pengalamannya selama dua tahun bekerja di perusahaan pengolah limbah menjadi bahan bakar di Korea Selatan, pria lulusan UK Petra Surabaya jurusan elektro ini ingin memperkenalkan ke dunia bahwa Indonesia juga mampu menciptakan teknologi ramah lingkungan dan menghasilkan bahan bakar minyak.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik