Di Jepang, Isuzu adalah jawara di beberapa segmen. Kendaraan di segmen heavy dunty, light duty atau bus adalah keahliannya dan mereka sudah memimpin pasar sejak lama.
Untuk segmen light duty bahkan mereka sudah memegang mahkota sebagai pimpinan pasar sejak tahun 1959 silam.
"Sejak tahun 1936 kita sudah produksi 23 juta mesin diesel," kata Director Sales, Marketing & Service PT Isuzu Astra Motor Indonesia TAC Shindo.
Karena itu, lanjut Shindo, Isuzu akan terus fokus untuk meningkatkan pasar kendaraan komersial yang ada. Kualitas pun diperhatikan dengan mempertimbangkan kondisi infrastruktur di Indonesia.
"Setiap produk yang mau kita luncurkan di Indonesia kita tes selama 1 tahun penuh. Untuk Isuzu Giga bahkan kita tes selama 2 tahun sebelum kita luncurkan. Ini kita lakukan agar produk kita benar-benar sesuai dengan Indonesia," jelas Shindo.
Untuk itu, Isuzu yang tahun lalu mencatatkan penjualan hingga 33.165 unit kendaraan di tahun ini menargetkan angka 37.850 unit atau naik 14 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara ketika disinggung mengenai masa depan Panter, Shindo mengatakan kalau pihaknya masih terus mempelajari. Shindo mengatakan kalau 70 persen pasar Panter adalah mereka yang menggunakannya sebagai kendaraan operasional dan sisanya baru untuk kendaraan pribadi.
Dengan begitu, urusan harga menjadi sangat sensitif. "Kita pasti akan keluarkan Panter yang lebih bagus. Tapi tidak tahun ini," tuntas Shindo.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu
Spesifikasi Motor Listrik Buat Operasional MBG, Harga Mulai Rp 49 Jutaan