Demikian disampaikan M. Nur Adi selaku mantan Ketua Himpunan Wiaswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) periode 2003-2010 dalam Seminar Nasional Konversi Mitan-Elpiji di Hotel Nikko, Jakarta, Selasa (7/6/2011).
"Jika saja konversi mitan-elpiji sudah berhasil, mungkin bisa dicoba untuk konversi bahan bakar minyak (BBM) ke gas. Karena ini bisa menghemat anggaran negara sangat besar," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setahun, kalau dikonversikan ke gas bagi kendaraan sepeda motor yang berjumlah 30 juta di pulau Jawa, itu bisa menghemat US$ 1 miliar setahun,'' ungkap Nur Adib.
Dirinya yakin hal tersebut bisa dilakukan. Mengingat sepeda motor juga berperan besar dalam kontribusinya menghabisi jatah konsumsi BBM jenis premium.
Pemerintah melalui Wapres Boediono di tahun 2010 lalu pernah menantang para pabrikan otomotif untuk mengembangkan bahan bakar gas. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) juga pernah mewacanakan penggunaan bahan bakar gas.
Namun sampai saat ini, langkah ke arah tersebut masih butuh pembenahan di tingkat infrastruktur dan juga alat-alat yang dibutuhkan seperti Konverter Kit, dan sebagainya.
(nrs/ddn)












































Komentar Terbanyak
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Isi Garasi Anggota DPRD yang Merokok sambil Ngegame saat Rapat