Selain itu pengendara mobil juga harus mengetahui kinerja fitur keselamatan yang tersemat di mobil, salah satunya anti-lock brake sistem (ABS).
Produsen mobil Mitsubishi terbilang yang cukup intens terhadap konsumennya. Karenanya Mitsubishi mengadakan coaching clinic dalam acara smart driving dan time attack kepada pemilik mobil Mitsubishi Lancer EX 2.0 GT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Langkah ini suatu bentuk tanggung jawab kita sebagai produsen mobil. Banyak pengguna Lancer EX 2.0 GT yang tidak menguasai teknik mengendarai mobil tersebut. Karena itu kita adakan smart driving dan time attack," ujar Direktur Pemasaran PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) Rizwan Alamsjah di Tangerang (4/6/2011).
Nah sebelum terjun ke sirkuit, para pemilik mendapat teknik mengendarai yang baik. Dibantu instruktur-instruktur handal seperti Rifat Sungkar, Rizal Sungkar, Subhan Aksa, Jimmy Lukita, Reza.
Adapun materi yang diberikan adalah menggunakan rem ABS, reaksi, antisipasi pada kecepatan 30 km/jam dan emergency akselerasi dan wet braking test (ABS), cara memutar setir hingga menjaga pedal gas agar pengemudi bisa mencegah mobil tidak bergerak liar.
Selain itu pengalaman secara langsung pengguaan rem ABS di lintasan basah dan kering juga diterapkan demi kepuasan pemiliki mobil.
Menurut Rifat, persiapan balap ada teknis dan non-teknis. Non-teknis seperti persiapan perlengkapan balap seperti helm, sarung tangan, sepatu, baju balap dan undr wear. Setelah itu, posisi duduk dan posisi tangan di setir atau cara mengemudi yang baik.
Selain itu seperti yang dijelaskan Rifat tidak ada dua mobil yang betul-betul sama, pasti kondisinya berbeda. Oleh karena itu dalam setiap membawa mobil harus, buat posisi mengemudi senyaman mungkin. Dan juga pasang safety belt. "Kita harus menjamin keamanan kita," ucap Rifat.
Hal lain yang harus diperhatikan dalam balap ada beberapa teknik memutar setir diantaranya pull n push. Usahakan tangan tidak menyilang. Kejadian itu sangat membahayakan pengemudi ketika setir butuh putaran lebih banyak.
Sementara pembalap nasional Jimmy Lukita menjelaskan karakter suspensi mobil balap agak keras. Hal itu untuk menjaga agar mobil tidak mengalami bodi roll.
"Namanya mobil kompetisi, suspensinya lebih keras. Karena untuk menghindari bodi roll. Jaga balance throttle. Gas harus balance sesuai kebutuhan. Setir harus kita imbangi dengan pedal gas. Dan juga tenaga mesin," tandas Jimmy.
Setelah coaching clinic, peserta pun diajak bermanuver di sirkuit. Kondisi jalan yang agak basah menambah keseruan acara smart driving dan time attack siang itu.
"Sayang tunggu-tunggu acara seperti ini. Ini sangat bermanfaat. Setelah apa yang diajari saya baru tahu kinerja fitur ABS. Beruntung diajari teknik lainnya. Selama ini mobil saya hanya untuk jalan-jalan bersama keluarga, namun dengan ini saya tahu segalanya," kata pemilik Lancer EX 2.0 GT 2010, Irham.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!