Hal itulah yang membuat masyarakat Indonesia sulit mendapat mobil-mobil dengan teknologi canggih terkini. Sebab rata-rata mobil baru yang datang dari negara maju cenderung alergi dengan kualitas bahan bakar Euro2.
"Itu masalah utama kita di Indonesia. Mau bawa apa saja bingung," jelas Presiden Direktur PT Garuda Mataram Motor Andrew Nasuri di Kuningan, Jakarta, Jumat (29/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andrew lalu mengatakan riset untuk menyesuaikan kualitas bahan bakar di Indonesia dengan teknologi yang ada cenderung memakan waktu.
"Ingat tidak waktu itu Golf telat meluncur. Itu karena bahan bakar. Pertama kita kirim sampel bahan bakar, lalu mereka sesuaikan Golf. Setelah jadi contoh mobil dikirim ke Indonesia, lalu di tes 5.000 km. Setelah selesai dites, mobilnya dikirim lagi ke Jerman untuk diteliti," papar Andrew.
Ketika itu, insinyur VW ternyata masih belum puas dengan penyesuaian tadi. Akhirnya para insinyur Volkswagen pun bekerja lagi dari awal untuk menyesuaikan teknologi Eropa mereka dengan kondisi bahan bakar di Indonesia.
"Kita sih waktu itu maksa karena sudah molor dari jadwal, cuma mereka tetap tidak kasih dan minta kita tunggu lagi. Setelah mereka lakukan perubahan prosesnya dari awal lagi, kirim mobil contoh ke Indonesia, tes, lalu kirim lagi mobilnya ke Jerman untuk diteliti lagi. Setelah dirasa pas, baru kita dikasih berjualan, kalau tidak pas ya tidak akan dikasih. Soalnya ini kan menyangkut kualitas, menyangkut image," beber Andrew.
Selain membuat Audi terbelunggu dalam memilih mobil yang akan dijual di Indonesia. Cakupan wilayah pembeli pun jadi semakin sempit. Karena hanya kota-kota besar saja yang memiliki banyak jaringan SPBU berkualitas setara dengan Pertamax Plus.
"Andaikan saja Indonesia Euro4, masyarakat pasti banyak punya pilihan mobil canggih. Tidak hanya dari Audi, tapi juga merek lain, karena semua masalahnya sama," tandasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik