Tarif Parkir Baru San Francisco Mencapai Rp 156 Ribu per Jam

Tarif Parkir Baru San Francisco Mencapai Rp 156 Ribu per Jam

- detikOto
Kamis, 21 Apr 2011 20:40 WIB
Tarif Parkir Baru San Francisco Mencapai Rp 156 Ribu per Jam
San Francisco - Pemerintah San Francisco kini mengeluarkan skema tarif parkir baru untuk para pengguna mobil disana. Dan gilanya, dalam skema baru tersebut tarif parkir di San Francisco bisa sampai US$ 18 atau sekitar Rp 156 ribu per jam.

Dalam skema tarif parkir yang baru, tarif parkir tidak akan dibuat flat tapi mengikuti jumlah mobil yang beredar di jalanan. Makin banyak mobil yang beredar di jalanan, makin sulit mencari tempat parkir, maka tarif parkir otomatis akan meningkat.

Angka US$ 18 itu merupakan angka tertinggi yang bisa dicapai tarif parkir perjamnya. Itu bisa terjadi bila misalnya ketika angkatan laut sedang bersandar di San Franscisco yang membuat para pelautnya memenuhi kota.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara ketika tidak dalam kondisi super padat, maka tarif parkir hanya akan berkisar di antara US$ 0,25 (Rp 2.000) sampai US$ 6 (Rp 52 ribu) perjam.

Skema tarif parkir yang cenderung gila tersebut diberi nama SF Park itu akan mulai di uji coba selama 2 tahun kedepan dengan dukungan pemerintah federal Amerika.

"Kami sangat bersemangat dengan proyek baru ini, SF Park. Kami akan meluncurkan itu pada tanggal 21," kata Juru Bicara dinas perhubungan kota San Francisco Nathaniel Ford seperti dilansir KTVU dan dikutip autoevolution, Kamis (21/4/2011).

Tujuan utama proyek ini adalah untuk mengurangi lalu lintas di jalan-jalan San Francisco dan memaksa para warganya untuk lebih memilih menggunakan angkutan umum.

"Kami mengurangi kemacetan, mengurangi emisi dan mempercepat lalu lintas," kata Nathaniel Ford.

Program ini akan segera dilakukan di enam distrik dengan 6,000 meter persegi lahan parkir dan 19 garasi umum.

"Kami adalah satu kota di negara ini dan secara internasional ini adalah pilot kami untuk menunjukkan pada dunia bagaimana teknologi ini bisa digunakan untuk lingkungan perkotaan," pungkasnya.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads