Cerita ini dimulai ketika Saprin berkendara dari Karawang hendak ke Tanah Abang, Jakarta Pusat, untuk membeli karpet sekitar pukul 15.00 WIB, Kamis (31/3/2011).
Saprin mengendarai pick up Carry T 8973 L berwarna hitam. Saprin tidak sendiri, dia bersama temannya bernama Rojak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka kasih aba-aba suruh turun. Terus saya turun dari mobil. Begitu saya turun saya dibawa ke mobil derek. Terus orang-orang itu merantai mobil saya pakai mobil dereknya," cerita Saprin di SPK Polda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta Pusat.
Saprin lalu duduk di mobil derek didampingi kru mobil derek. Sedangkan Rojak berada di mobil pick up yang diderek.
Selama di dalam mobil derek, salah seorang oknum di mobil derek liar itu menyatakan mobil Saprin akan dibawa ke bengkel untuk diperbaiki dan dibawa ke sebuah tempat peristirahatan. Mereka bermulut manis dengan menyatakan, "Mobil Anda tadi keluar api. Untung Anda bertemu kami."
Namun perjalanan mobil derek itu aneh karena terus mengambil jalur kanan, tidak ada tanda-tanda untuk berhenti. Akibatnya Saprin pun curiga dia masuk sarang penyamun.
Untunglah saat di Tol Halim, Saprin melihat seorang anggota Polisi Jalan Raya (PJR).Β Saprin langsung berteriak sekeras-kerasnya minta tolong.
"Saya teriak minta tolong. Lalu mobil derek dipepet sama PJR terus dibawa keluar pintu Tol Halim," imbuh dia.
Karena dikejar PJR, akhirnya mobil derek berhenti. Kru derek liar kabur meninggalkan mobilnya, tinggallah Saprin dan Rojak yang nyaris jadi korban.
Saprin dan Rojak lantas dibawaΒ polisi ke Polda Metro untuk melapor, sedang mobil derek diamankan polisi. Saprin boleh bernafas lega karenaΒ para bandit derek liar belum sempat memerasnya. Korban derek liar biasanya tekor ratusan ribu hingga jutaan juta rupiah.
(mei/ddn)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Minta Potongan Ojol di Bawah 10%: Kalau Tak Mau, Jangan Usaha di RI
Pelajaran dari Oknum TNI Lawan Arah, Ngamuk Gebrak Ambulans
Pernyataan Taksi Green SM usai Kecelakaan Kereta di Bekasi