Trio Mobil Aneh di Showroom Daihatsu

Trio Mobil Aneh di Showroom Daihatsu

- detikOto
Rabu, 30 Mar 2011 16:54 WIB
Trio Mobil Aneh di Showroom Daihatsu
Jakarta - 3 Mobil 'aneh' nangkring di depan showroom Daihatsu Cibubur, Depok. Ketiga mobil itu adalah Coo, Boon Luminas, Tanto. Wah, apakah ini tandanya Daihatsu akan menjual mobil itu?

"Oh tiga mobil di depan itu, Coo, Boon Luminas, dan Tanto itu hanya untuk
display," ujar Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra di sela-sela peluncuran showroom berstandar international Daihatsu, Rabu(30/3/2011), di Cibubur, Depok.

Daihatsu menurut Amelia hanya ingin menunjukkan kalau mereka di Jepang memiliki line up mobil seperti itu. "Kami hanya ingin menunjukkan kepada konsumen bahwa kendaraan Daihatsu di  Jepang juga memiliki pilihan yang seperti tiga model didepan itu," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Boon Luminas dan Tanto acapkali memang dibawa Daihatsu untuk keliling-keliling Indonesia. Boon Luminas kerap disebut media tanah air sebagai calon kuat pengganti Xenia. Namun Daihatsu belum berniat mengganti Xenia dengan Boon Luminas. Boon Luminas pun sudah pernah dipamerkan di IIMS tahun 2009 lalu, dan cukup menarik perhatian pengunjung.

Tanto merupakan mobil kecil dengan mesin 660 cc yang memiliki dimensi yang ringkas dan kompak, bila dilihat seperti Daihatsu Luxio versi mini, dengan mesin 660 cc dan panjang 3.396 mm, lebar 1.475 mm dan tinggi 1.725 mm.

Yang unik dari Tanto adalah mobil ini tidak memiliki pilar B, atau pilar di bagian tengah mobil. Begitu pintu mobil yang pernah mejeng di IIMS 2008 ini terbuka, kabin pun terasa lebih luas dengan pilar B yang menghilang. Namun meski begitu mobil ini diyakini tetap aman.

Sementara Coo memiliki mesin yang lebih besar yakni 1.300 dan 1.500 cc. Memiliki dimensi panjang 3.800 mm, lebar 1.690 mm, dan tinggi 1.635 mm. Di Jepang mobil ini dijual mulai 1,4 juta yen.

Ketika ditanyakan apakah ada kemungkikan 3 mobil ini akan masuk ke tanah air, Amelia menuturkan ketiga mobil ini masih terkendala pajak yang tinggi.

"Kalau kendaraan ini masuk ke Indonesia ini akan mahal karena pajaknya
bisa mencapai 10 persenan, jadi saat ini kami hanya memperlihatkannya saja
kepada konsumen," tutupnya.

(ddn/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads